JABAR EKSPRES – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan langkah penataan ulang kawasan terdampak longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), dengan mengembalikannya sebagai kawasan hutan.
Kebijakan tersebut diambil menyusul bencana longsor yang terjadi pada Sabtu (24/1/2026) dini hari dan menelan puluhan korban jiwa. Longsor menerjang kawasan kaki Gunung Burangrang, merusak puluhan permukiman warga serta hamparan perkebunan sayur yang berada di lereng gunung.
Berdasarkan data sementara di lapangan, sebanyak 113 orang terdampak dalam peristiwa tersebut. Dari jumlah itu, sembilan orang ditemukan meninggal dunia, 23 orang selamat, dan 81 orang lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.
Baca Juga:Brother Chang Dibuka di Bandung, Perpaduan Cita Rasa Asia dan Kisah InspiratifBelanja di Ciwalk Makin Seru, Banyak Hadiah dan Promo Romantis
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, penghutanan kembali di kawasan bekas longsor menjadi bagian dari upaya penataan tata ruang yang sebelumnya dinilai sudah berada dalam kondisi kritis dan berisiko tinggi.
“Saat ini fokus utama kami adalah pencarian dan evakuasi korban. Setelah seluruh proses itu selesai, pemerintah akan melakukan pemulihan lingkungan dan menata kembali kawasan ini agar lebih aman,” ujar Dedi saat meninjau lokasi bencana.
Menurut Dedi, kondisi tanah yang labil serta masifnya aktivitas perkebunan dan permukiman di kaki Gunung Burangrang menjadi faktor utama tingginya potensi longsor di wilayah tersebut. Oleh karena itu, seluruh warga yang bermukim di area rawan bencana akan direlokasi ke tempat yang lebih aman.
Ia menegaskan, kawasan bekas longsor tidak akan lagi dijadikan permukiman maupun lahan garapan. Pemerintah akan mengembalikan fungsi kawasan tersebut sebagai daerah resapan dan penyangga lingkungan.
“Potensi longsor susulan masih sangat tinggi. Kawasan ini harus dikembalikan menjadi kawasan hijau,” pungkasnya. (Wit)
