Kisah Orang Tua Menghadapi Ancaman Child Grooming pada Anak

DP2KBP3A Pastikan Dua Korban Dugaan Pelecehan Seksual di Bandung Barat Dapat Pendampingan Penuh
llustrasi: korban pelecehan kerap mendapatkan intimidasi dari pelaku. Dok Pixabay
0 Komentar

Protes, kata Reny, kerap muncul. Namun ia memilih menjelaskan alasan di balik sikap tegas tersebut.

“Dunia digital itu luas banget, kalau dilepas sendiri tanpa pengawasan orang tua, rasanya seperti membiarkan anak main di hutan sendirian,” tuturnya.

Meski berbeda pendekatan, Reny sepakat bahwa kepercayaan tetap menjadi tujuan akhir.

Baca Juga:Tancap Gas! Indonesia Manfaatkan WEF Davos 2026 untuk Perkuat Posisi di Mata Investor Global Reformasi Tata Kelola, Dedi Mulyadi akan Pangkas Puluhan BUMD Jabar Jadi Satu Holding 

“Ujung-ujungnya adalah kepercayaan. Kita ingin anak-anak tahu kalau mereka bisa lari ke kita, bukan ke orang asing di internet,” katanya.

Di tingkat kebijakan, Pemerintah Kota Cimahi upaya pencegahan terus dilakukan. Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Cimahi, Kusnia Rustiani, menyebut sosialisasi menjadi program rutin setiap tahun

“Kalau dari pemerintah Kota Cimahi melalui UPTD PPA tentunya setiap tahun ada program pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui sosialisasi, baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan masyarakat,” kata Kusnia.

Sasaran awalnya para Tokoh masyarakat, RT, dan RW sebagai garda terdepan di lingkungan. Sementara di sekolah, pembinaan diberikan kepada seluruh unsur pendidikan.

“Bukan hanya pembinaan kepada guru BK, tetapi untuk semua guru dan tenaga kependidikan yang ada di lingkungan sekolah, ujarnya. “

Guru diminta tak hanya fokus pada materi pelajaran, tetapi juga menyisipkan edukasi pencegahan kekerasan terhadap anak.

Kebijakan pelarangan membawa gawai ke sekolah juga disebut sebagai langkah preventif. Penggunaan gawai hanya diizinkan pada waktu tertentu dan berada dalam pengawasan guru.

“Itu salah satu pencegahan sebenarnya di sekolah,” kata Kusnia.

Baca Juga:Dorong Kemandirian Energi, Menteri ESDM Setop Impor untuk SPBU Swasta di 2026 Program Diskon Nasional Perkuat UMKM, Transaksi Lampaui Target Tembus Rp122,28 Triliun 

Menurut Kusnia, faktor keluarga tetap menjadi kunci. Orang tua diminta mendampingi anak secara detail saat menggunakan gawai.

Dalam kasus child grooming, Kusnia menyebut anonimitas pelaku di dunia digital menjadi faktor dominan.

Relasi semu itu kerap berujung pada pertemuan langsung dan pelecehan seksual berulang. Kusnia juga mengatakan, tak semua korban berani melapor, sebagian memilih diam karena takut dimarahi orang tua.

Peran guru BK, lanjut Kusnia, menjadi pintu awal pelaporan sebelum ditangani UPTD bersama psikolog. Ia juga menyoroti rendahnya literasi digital anak dan orang tua.

“Anak semua aja ditonton, mau penipuan mau apa kan nggak tahu,” ujarnya, mencontohkan kasus anak yang masuk link dewasa karena rasa penasaran.

0 Komentar