JABAR EKSPRES – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau akrab dengan panggilan Kang Dedi Mulyadi (KDM) melaksanakan kunjungan ke Kabupaten Tasikmalaya dalam rangkaian Napak Tilas Padjajaran yang mengusung mahkota Binokasih, Senin (4/5/2026). Salahsatu agendanya adalah kirab budaya.
Semula, gelaran kirab akan berpusat di Kampung Naga, Kecamatan Salawu, desa adat yang dikenal sebagai ikon budaya Sunda di periangan timur. Namun, atas pertimbangan potensi kemacetan parah di jalur menuju lokasi, KDM memutuskan untuk mengalihkan rute kirab menjadi dari daerah Cipasung hingga titik akhir kirab di Gedung Pendopo Pemkab Tasikmalaya.
Melalui unggahan di akun TikTok resminya, @dedimulyadioptical, Dedi menegaskan bahwa perubahan ini dilakukan demi kenyamanan masyarakat.
Baca Juga:GT World Challenge Asia 2026 di Mandalika Angkat Nama Indonesia di Panggung Motorsport GlobalGandeng DTPH Jabar, Sespimma Polri Angkatan ke- 75 T.A. 2026 Pokjar 5, Gelar KKP
“Kami mengubah rute kirab. Semula tujuannya Kampung Naga, namun karena khawatir memicu kemacetan, rombongan beralih menuju Pendopo Kabupaten Tasikmalaya. Kami akan melintasi jalur Ciawi-Singaparna (Cisinga) dari kawasan Galunggung mulai pukul 19.30 WIB,” jelasnya.
Pantauan JabarEkspres, jajajan Pemkab Tasikmalaya sejak Senin (4/5/2026) pagi tampak sibuk menyiapkan berbagai keperluan untuk mendukung terselenggaranya rangkaian acara. Guyuran hujan di sore hari tak menyurutkan persiapan yang dilakukan.
Sejumlah titik yang akan dilintasi peserta kirab tampak disulap penuh dengan nuansa kebudayaan lokal sunda, tampak pula di salahsatu ruas jalan digelar karpet merah lengkap dengan juntaian janur kuning di kanan dan kiri jalan.
Disebut-sebut, kirab Budaya “Napak Tilas Padjajaran” merupakan rangkaian dari HUT Provinsi Jabar tahun 2026 ini. Kirab juga mengusung nilai filosofis mendalam yang terangkum dalam ungkapan Sunda, “Hana Nguni Hana Mangke, Tan Hana Nguni Tan Hana Mangke” yang bermakna bahwa keberadaan masa kini tidak terlepas dari jejak masa lalu. (Hendi)
