JABAR EKSPRES – Banjir kembali melanda Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, mengakibatkan 585 kepala keluarga (KK) atau sekitar 1.500 jiwa terdampak.
serta melumpuhkan akses vital Jalur Nanjung yang menghubungkan Cimahi dengan wilayah sekitarnya.
Pantauan di lokasi, Sabtu (24/1/2026) sekitar pukul 15.47 WIB, menunjukkan sedikitnya enam kendaraan besar terhenti di tepi jalan, sekitar 20 meter dari titik genangan terdalam. Sejumlah pengendara sepeda motor terpaksa putar balik karena badan jalan sepenuhnya tertutup air.
Baca Juga:Brother Chang Dibuka di Bandung, Perpaduan Cita Rasa Asia dan Kisah InspiratifBelanja di Ciwalk Makin Seru, Banyak Hadiah dan Promo Romantis
Kepala Pelaksana BPBD Kota Cimahi, Fithriandy Kurniawan, mengatakan banjir terjadi di tiga RW dan empat RT. Luapan air tidak hanya menutup jalan utama, tetapi juga masuk ke permukiman warga sehingga aktivitas masyarakat lumpuh total.
“Air sudah masuk ke rumah-rumah warga, aktivitas masyarakat di luar ruangan jadi terhambat,” ujar Fithriandy saat ditemui di lokasi.
Ia menyebut sedikitnya 25 KK sempat terisolasi akibat ketinggian air yang mencapai lebih dari satu meter. Di beberapa titik, genangan bahkan hampir menyentuh dua meter, membuat warga tidak bisa menyelamatkan diri secara mandiri.
“Ketinggian air lebih dari satu meter, warga tidak bisa keluar rumah sebelum petugas datang,” katanya.
BPBD Kota Cimahi melakukan evakuasi menggunakan peralatan darurat, termasuk perahu karet. Seluruh warga yang sempat terisolasi kini telah berhasil dievakuasi ke lokasi aman.
“Kami sudah melakukan evakuasi terhadap warga yang terisolasi,” jelas Fithriandy.
Hingga saat ini, pengungsian belum terpusat. Sebagian warga memilih mengungsi ke rumah kerabat atau lokasi yang dianggap lebih aman. Namun, BPBD telah menyiapkan dua unit dapur umum untuk memenuhi kebutuhan pangan warga terdampak.
Baca Juga:Ini 4 Jenis Olahraga Ringan, Tubuh Makin Sehat!Kolaborasi! UNINUS dan IDIP RI Gelar Webinar Internasional Pendidikan
“Kami siapkan dapur umum untuk mengakomodasi 25 KK selama tiga hari ke depan,” ujarnya.
Banjir juga berdampak serius terhadap akses Jalan Nanjung. Jalur tersebut tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Bahkan, satu unit truk dilaporkan mogok setelah nekat menerobos genangan air dan terjebak di tengah banjir.
Menurut Fithriandy, banjir dipicu hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Cimahi dan sekitarnya selama beberapa hari terakhir, diperparah sistem drainase yang tidak mampu menampung debit air.
