Ketua DPC PPP Kabupaten Bogor Sebut Kesulitan untuk Merekrut Anak-anak Muda

Ketua DPC PPP Kabupaten Bogor Sebut Kesulitan untuk Merekrut Anak-anak Muda
Ketua DPC PPP Kabupaten Bogor Elly Rachmat Yasin saat memberikan keterangan. Foto: Regi Pratasyah Vasudewa
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Elly Rachmat Yasin mengaku, kesulitan untuk merektut kader muda PPP.

Ia mengungkapkan, kader muda biasanya berasal dari garis keturunan orang tua yang sudah tergabung dalam PPP. Dia menambahkan, kader yang baru memasuki politik agak susah.

“Jujur, kita kesulitan untuk merekrut anak-anak muda, khususnya untuk PPP. Itu agak sulit mencari kader-kader partai muda yang selama ini biasanya dari garis keturunan, jadi anaknya, cucunya dan sebagainya,” ungkap Elly di DPC PPP Kabupaten Bogor, pada Kamis (22/1/2026).

Baca Juga:Dorong Kemandirian Energi, Menteri ESDM Setop Impor untuk SPBU Swasta di 2026 Program Diskon Nasional Perkuat UMKM, Transaksi Lampaui Target Tembus Rp122,28 Triliun 

“Kalau mereka memang pure baru memasuki politik itu agak susah,” sambung dia.

Kendati begitu, PPP Kabupaten Bogor dapat mengatasi permasalahan perekrutan kader muda dengan membentuk Madrasah Kader Partai.

Nantinya, Madrasah Kader Partai tersebut akan merekrut usia 17 sampai 25 tahun menjadi kader PPP untuk meneruskan estafet politik.

Perekrutan itu menyoroti anak-anak muda yang berminat pada bidang politik dan berminat pada partai PPP.

Elly mengatakan, perekrutan Madrasah Kader Partai dapat diakses secara online dan tidak ada paksaan sama sekali.

“Jadi kita tidak memaksa satu persatu gitu, tapi mereka dengan sendirinya mengisi untuk menjadi kader partai. Itu salah satunya, itu progress ke depan,” ujarnya.

Elly menambahkan, Madrasah Kader Partai merupakan upaya melakukan perubahan agar tidak mengandalkan suara pemilih tradisional atau tua.

Baca Juga:Stok Beras Melimpah, Indonesia Mantap Bidik Ekspor Premium 2026Jelang Wajib Halal 2026, BPJPH Perkuat Sinergi dengan Kemenkes-BPOM 

“Tapi kita tidak bisa bertahan untuk itu, karena ke depannya pemilih tradisional atau pemilih yang usianya sudah di atas 40 tahun itu akan berkurang. Jadi kita mulai ke depan, mulai melakukan ini,” pungkasnya.

0 Komentar