JABAR EKSPRES – Komunitas Edan Sepur Indonesia Daerah Operasional (Daop) 2 Bandung mencatat, penurunan jumlah pelanggaran di perlintasan sebidang kereta api di Kota Bandung sepanjang 2025.
Total pelanggaran tercatat sebanyak 34.210 kasus, turun 13,2 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 38.735 pelanggaran.Koordinator Daerah Edan Sepur Bandung, Abdullah Putra Gandhara atau Aghaa, mengatakan angka tersebut relatif stabil meski mengalami penurunan. Namun, potensi insiden kecelakaan masih tetap ada.
“Tetapi potensi insiden temperan masih tetap terjadi. Dari Data yang bersumber dari Call Center Bandung Siaga 112 dan PSC 119 Dinkes Kota Bandung sedikitnya terjadi di JPL Andir sebanyak 1 kejadian, JPL Cimindi sebanyak 3 kejadian yang semuanya melibatkan Pejalan Kaki,” ujar Aghaa diterima Jabar Ekspres, Senin (19/1/2026).
Baca Juga:Miris! Tertemper Kereta di Perlintasan Tanpa Palang, Penjual Mainan Keliling Meninggal di TempatKA 124 Bangunkarta Pasar Senen–Jombang Tertemper Minibus di Cirebon
Menurut dia, Edan Sepur Bandung terus melakukan edukasi secara konsisten di perlintasan sebidang. Kegiatan tersebut dilakukan secara kolaboratif bersama berbagai pihak, antara lain PT KAI (Persero), PT KAI Commuter Indonesia, PT Jasa Raharja Cabang Jawa Barat, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Dinas Perhubungan Kota Bandung, Satpol PP Kota Bandung, serta kepolisian.
Edukasi juga dilakukan di JPL Cimencrang, khususnya saat pertandingan sepak bola di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Bandung.
Tidak hanya di Kota Bandung, Edan Sepur Bandung juga terlibat dalam edukasi keselamatan di wilayah Kabupaten Bandung bersama Railfans Cimahi dan Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung, di antaranya di JPL 181 Stasiun Rancaekek dan JPL 193 Stasiun Cicalengka.
“Kolaborasi ini membuktikan Pecinta Kereta Api di Bandung Raya bersinergi untuk berkontribusi terhadap Perkeretaapian Indonesia terutama Keselamatan yang merupakan faktor paling penting di jasa layanan Transportasi,” ujar Aghaa.
Selain itu, Edan Sepur melakukan edukasi ke satuan pendidikan melalui program SALUD (Sadar Lalu Lintas Usia Dini). Program tersebut menyasar PAUD, TK, SD, hingga SMP.
“Lebih dari 20 sekolah dengan total lebih dari 3.000 orang yang terdiri dari peserta didik, wali murid, serta tenaga pendidik sudah teredukasi selama Tahun 2025 diharapkan juga bisa menularkan kedisiplinan berlalu lintas terutama ketika melalui Perlintasan Sebidang juga bisa menekan angka fatalitas kecelakaan maupun kejadian temperan antara kereta api,” pungkasnya.
