JABAR EKSPRES – Rencana pembongkaran Teras Cihampelas berdampak pada pedagang kaki lima (PKL) yang masih berjualan di kawasan tersebut. Para pedagang mengaku belum memperoleh kepastian relokasi, sementara aktivitas usaha semakin sepi sejak rencana pembongkaran disampaikan pemerintah.
Seorang pedagang di Teras Cihampelas, Ira (48), mengatakan lokasi relokasi hingga kini masih dicari. Dia menyebut Ketua Koperasi Teras Cihampelas, Edo, sempat menyampaikan rencana pemindahan ke area bawah flyover yang tembus ke Balubur Town Square (Baltos).
“Jadi lokasi sedang dicari, kemarin Pak Edo ada katanya mau di bawah flyover yang tembus ke Baltos, ngajuin yang di sebelah Baltos. Tapi belum ada kabar lagi,” kata Ira kepada wartawan di tokonya, Rabu (14/1/2026).
Baca Juga:Pembongkaran Teras Cihampelas Masuk Tahap Perizinan, Pemkot Bandung Jamin Nasib UMKMPemkot Bandung Perjuangkan Izin Meski Pembongkaran Diambil Alih Pemprov, Akhir Teras Cihampelas?
Menurut Ira, para pedagang memilih bertahan karena belum ada surat perintah resmi. “Sekarang ya udah pada diem aja dulu di sini, nungguin kabar dari sana soalnya kita belum ada surat perintahkan,” ujarnya.
Dia juga menyebut sudah mendengar pernyataan Gubernur Jawa Barat terkait pembongkaran. Ira menilai, kabar pembongkaran membuat kawasan Teras Cihampelas semakin sepi.
“Sekarang rame enggak ada, pengunjung jadi enggak ada. Sedih aja, kasian. Sekarang mah cuma ngandelin karyawan mal kalau makan siang atau istirahat. Sepi banget,” ujarnya.
Dia menyebut sejumlah opsi relokasi pernah dibahas dalam rapat dengan dinas terkait. “Kemarin pertama aku rapat di dinas ngajuin di situ, cuma dapat tujuh kios. Kemarin sempat di Aromanis, cuma harganya terlalu mahal,” kata Ira.
Menurutnya lokasi di bawah Teras Cihampelas juga sudah padat dan kurang nyaman untuk berjualan. Sementara itu terkait rencana pemindahan ke bawah flyover, Ira mengatakan proses perizinan masih berlangsung.
“Katanya lagi diurus suratnya, mudah-mudahan diizinin. Fasilitasnya katanya bawa aja dari sini karena mau dibongkar,” ujarnya.
Ira mengaku pembatasan aktivitas jualan sangat berdampak pada penghasilan pedagang, termasuk saat malam pergantian tahun.
Baca Juga:Teras Cihampelas di Ujung Pembongkaran: Puluhan Miliar Dana Publik, Biaya Bongkar dan Nasib WargaPolemik Teras Cihampelas yang Terancam Dibongkar, Pengamat: Kegagalan dalam Tata Kelola Kebijakan Publik
“Pas mau malam tahun baru, orang dinas ke sini katanya ada perintah dari Pak Farhan, besok enggak boleh jualan dulu, tutup total. Akhirnya kita mengalah,” katanya.
