JABAR EKSPRES – Capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bandung yang berhasil menembus angka Rp3 triliun pada tahun 2025 mendapat perhatian dari kalangan pengusaha muda.
Salah satunya datang dari pengusaha asal Kota Bandung, Billy Martasandy, yang menilai capaian tersebut sebagai sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
Namun demikian, Billy mendorong agar Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung ke depan dapat lebih membuka ruang kolaborasi dengan pengusaha muda lokal agar iklim usaha di Kota Bandung semakin seimbang dan berkelanjutan.
Baca Juga:Komitmen Bangun Zona Integritas, Kanwil Kemenkum Jabar Tandatangani Perjanjian Kinerja dan Pakta Integritas Rekomendasi 6 Minuman, Jaga Gula Darah Tetap Stabil
“Capaian PAD ini patut diapresiasi. Artinya potensi ekonomi Kota Bandung sangat besar. Tapi akan lebih optimal jika Pemkot mulai bersinergi secara serius dengan pengusaha muda lokal, bukan hanya sebagai objek pajak, tapi sebagai mitra pembangunan ekonomi,” ujar Billy, Senin (12/1/2026).
Billy menilai, kontribusi PAD yang selama ini ditopang oleh sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), pajak hotel dan restoran, serta pajak kendaraan bermotor, menunjukkan besarnya peran dunia usaha dalam menopang pendapatan daerah.
Menurutnya, pengusaha muda Bandung memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja baru, inovasi usaha, serta memperluas basis pajak daerah jika diberikan dukungan yang tepat.
“Banyak pengusaha muda Bandung bergerak di sektor kreatif, kuliner, teknologi, dan pariwisata. Kalau regulasi dipermudah, perizinan lebih cepat, dan ada ruang dialog yang intens, dampaknya bukan hanya ke pelaku usaha, tapi juga langsung ke peningkatan PAD,” katanya.
Billy juga menekankan pentingnya kebijakan yang berpihak pada keberlangsungan usaha, khususnya bagi pelaku usaha lokal agar tidak kalah bersaing dengan investor besar dari luar daerah.
“Kami tidak minta keistimewaan, hanya keseimbangan. Ketika iklim usaha sehat dan adil, pengusaha lokal akan tumbuh, usaha berkembang, dan pada akhirnya kontribusi ke PAD akan meningkat secara alami,” tambahnya.
Ia berharap ke depan Pemkot Bandung dapat merumuskan kebijakan ekonomi yang lebih inklusif dengan melibatkan pengusaha muda dalam forum-forum strategis pembangunan ekonomi daerah.
Baca Juga:5 Rutinitas Sehat di Usia 50, Bantu Tetap Kuat hingga Usia 80 TahunLapas Banjar Darurat Dokter, Pemkot Siapkan Bantuan Sementara
“Jika pengusaha muda Bandung dilibatkan sejak awal, saya yakin PAD Kota Bandung tidak hanya bertahan di angka Rp3 triliun, tapi bisa terus meningkat di tahun-tahun berikutnya,” pungkasnya .
