JABAR EKSPRES – Harga daging ayam ras di pasar tradisional Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengalami penurunan dalam dua pekan terakhir.
Melemahnya permintaan masyarakat selama masa libur sekolah disebut menjadi faktor utama turunnya harga komoditas pangan tersebut.
Selain itu, penurunan harga ayam ini dinilai berpotensi menahan laju inflasi daerah, mengingat daging ayam ras merupakan salah satu komoditas pangan strategis yang memiliki kontribusi cukup besar terhadap pembentukan inflasi, khususnya pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau.
Baca Juga:Komitmen Bangun Zona Integritas, Kanwil Kemenkum Jabar Tandatangani Perjanjian Kinerja dan Pakta Integritas Rekomendasi 6 Minuman, Jaga Gula Darah Tetap Stabil
Pantauan di Pasar Tagog Padalarang menunjukkan harga daging ayam ras kini berada di kisaran Rp30.000 per kilogram. Harga tersebut turun dibandingkan pekan sebelumnya yang sempat bertahan di level Rp36.000 per kilogram.
“Penurunan ini dirasakan hampir merata oleh pedagang ayam di sejumlah pasar tradisional di wilayah Bandung Barat,” ungkap salah seorang pedagang ayam di Pasar Tagog Padalarang, Fajar Agustian (29), kepada wartawan, Rabu (14/1/2026).
Ia mengatakan turunnya harga terjadi secara bertahap sejak awal libur sekolah. Menurutnya, berkurangnya aktivitas memasak di rumah tangga serta menurunnya pembelian dari warung makan turut memengaruhi kondisi pasar.
“Sejak libur sekolah, pembeli memang tidak seramai biasanya. Permintaan turun, otomatis harga ikut menyesuaikan,” katanya.
Meski demikian, Fajar menilai penurunan harga ayam bersifat sementara. Ia memperkirakan harga akan kembali bergerak naik seiring mendekatnya bulan Ramadan, ketika konsumsi masyarakat umumnya meningkat.
“Biasanya pola tiap tahun sama. Sebulan sebelum Ramadan harga cenderung turun, tapi mendekati puasa, apalagi seminggu sebelumnya, harga ayam hampir pasti naik lagi,” katanya.
Ia menambahkan, lonjakan permintaan biasanya berasal dari rumah tangga maupun pelaku usaha kuliner seperti pedagang makanan dan jasa katering.
Baca Juga:5 Rutinitas Sehat di Usia 50, Bantu Tetap Kuat hingga Usia 80 TahunLapas Banjar Darurat Dokter, Pemkot Siapkan Bantuan Sementara
“Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, kenaikan harga ayam diperkirakan mulai terasa dalam satu hingga dua pekan ke depan,” imbuhnya.
Sementara itu, kondisi berbeda terjadi pada komoditas telur ayam ras. Harga telur hingga kini masih bertahan di level tinggi, yakni sekitar Rp30.000 per kilogram, dan belum menunjukkan tanda-tanda penurunan.
Pedagang telur, Andi, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap potensi kenaikan harga telur dalam waktu dekat. Ia menilai mulai aktifnya kembali kegiatan sekolah serta berjalannya program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat mendorong peningkatan permintaan telur di pasaran.
