JABAR EKSPRES – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bogor berencana menerapkan sistem Internet of Things (IoT) di pasar-pasar untuk mendeteksi dan mencegah kebakaran. Sistem ini menggunakan sensor yang memantau kondisi lingkungan, seperti asap, suhu, dan kelembapan.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Yudi Santosa, mengatakan pemasangan IoT di pasar bertujuan sebagai kontrol pihaknya untuk memitigasi risiko dan merespons kebakaran secara cepat.
“Pasar wajib dipasangi IoT, karena biasanya pasar ditinggal malam hari, dan kejadian kebakaran sering terjadi menjelang subuh,” kata Yudi pada Senin (12/1/2025). Ia menambahkan, “Sistem ini akan memberikan sinyal kepada kami. Jika terdeteksi kebakaran, petugas bisa langsung berangkat tanpa menunggu laporan.”
Baca Juga:5 Rutinitas Sehat di Usia 50, Bantu Tetap Kuat hingga Usia 80 TahunLapas Banjar Darurat Dokter, Pemkot Siapkan Bantuan Sementara
Menurut Yudi, tujuan utama pemasangan IoT adalah agar Dinas Pemadam Kebakaran dapat memantau suhu panas di pasar, karena petugas tidak bisa standby setiap saat untuk memeriksa api.
Pemasangan IoT akan dilakukan secara bertahap melalui mekanisme kerja sama, dengan biaya yang dibutuhkan ditanggung pihak yang bersedia bekerja sama. Dinas juga mengajak perusahaan dan toko untuk memasang IoT agar terhubung dengan Simpadampro, aplikasi monitoring kebakaran yang dikembangkan pihak Dinas.
“Jika terjadi perubahan suhu yang drastis, IoT akan memunculkan ikon merah di layar Command Center di Kantor Dinas Pemadam Kebakaran. Dengan begitu, kami bisa lebih cepat mengetahui potensi kebakaran sebelum kejadian meluas,” jelas Yudi pada Jumat (9/1/2026).
