Kemudian, pengendali command center dapat memberikan informasi titik hydrant terdekat kepada para anggota di TKP. “Kemudian ketika misalnya ada hal yang tidak terlihat, tidak termonitor oleh anggota, itu bisa termonitor oleh pusat komando,” kata dia.
“Jadi semuanya bisa dilakukan oleh pusat komando. Termasuk di situ ada sarana pendukung seperti hydrant terdekat di mana,” sambungnya.
Adapun, command center juga dapat memberikan informasi kepada arus lalu lintas untuk para anggota dan mencarikan jalan yang lebih cepat guna menangani kebakaran. “Jadi sebetulnya itu untuk mempercepat kehadiran kita dan juga untuk memastikan bahwa kita bisa melakukan pemadaman dengan cepat,” pungkasnya.
