Prabowo Merasa Heran Indonesia Kaya tapi Banyak Rakyat Miskin: Tidak Masuk di Hati dan Akal Saya

Prabowo Merasa Heran Indonesia Kaya tapi Banyak Rakyat Miskin: Tidak Masuk di Hati dan Akal Saya
Presiden Prabowo Subianto mengaku heran dengan kondisi Indonesia yang masih banyak rakyat miskin sedangkan negara kaya. Foto: Antara
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Presiden Prabowo Subianto mengaku merasa heran dengan kondisi Republik Indonesia, lantaran masih banyak rakyat miskin padahal negara kaya.

Dalam acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1), Prabowo mengungkapkan dirinya melihat sejumlah kejanggalan terjadi di Tanah Air sejak lama.

“Saya melihat ada kejanggalan di bangsa kita. Saya melihat sudah berapa puluh tahun, negara begini kaya, rakyatnya masih banyak yang miskin,” ujar Prabowo, dikutip Kamis (8/1/2026).

Baca Juga:Progres Pengembangan Kompleks Haji Makkah: Pemerintah Targetkan Tampung 22 Ribu Jemaah Tahap AwalOgah Bergantung pada Impor, Prabowo Umumkan RI Swasembada

Menurutnya, rakyat Indonesia seharusnya dapat menikmati kekayaan alam yang ada, namun kenyataannya, hal itu belum juga terjadi.

Bahkan, dirinya mempertanyakan bagaimana bisa negara berjuang untuk kemerdekaan rakyat, sementara rakyatnya sendiri tidak menikmati hal tersebut.

Kemudian, ia juga menyayangkan lantaran masih adanya impor pangan yang dilakukan oleh pemerintah hingga saat ini.

“Terutama yang tidak masuk di akal saya, bagaimana bisa, negara yang begini besar, negara yang diberi karunia oleh Yang Maha Kuasa, bumi yang luas, bumi yang kaya, tanah yang subur,” kata dia.

“Tetapi kita tergantung (pada) bangsa lain untuk pangan kita. Kita impor, impor, impor pangan. Tidak masuk di hati saya, tidak masuk di akal saya,” sambungnya.

Untuk itu, orang nomor satu di Indonesia tersebut mengaku akan terus memperjuangkan keadilan bangsa, agar masyarakat Indonesia dapat menikmati kekayaan alamnya.

Hal itu, salah satunya dilakukan dengan menargetkan kepada para menteri di masa awal pemerintahannya ini, agar mereka mendorong swasembada pangan.

Baca Juga:Pengurus Kopdes Merah Putih Masih Bingung Tentukan Arah Usaha, Kesiapan Program Belum Matang?Terbitkan PMK Baru, Purbaya Perketat Batas Defisit APBD 2026 jadi 0,11 Persen dari PDB

Prabowo mengaku optimis bahwa swasembada pangan dapat terwujud dalam waktu satu tahun, dari target empat tahun yang diberikan olehnya kepada para menteri.

Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan cadangan beras nasional yang dikelola Perum Bulog kini mencapai lebih dari 3 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia dan melampaui rekor era Presiden Soeharto.

Kepala Negara mengatakan capaian ini sebagai hasil kerja keras seluruh jajaran serta menjadi fondasi percepatan target swasembada pangan yang ditargetkan tercapai dalam 4 tahun, bahkan berpotensi terwujud pada tahun pertama pemerintahannya.

Di tengah konflik dan ketidakpastian geopolitik global, Presiden menekankan pentingnya kemandirian pangan sebagai syarat kemerdekaan bangsa, sekaligus menargetkan swasembada tidak hanya beras, tetapi juga komoditas karbohidrat lain dan protein.

0 Komentar