Ogah Bergantung pada Impor, Prabowo Umumkan RI Swasembada

Ogah Bergantung pada Impor, Prabowo Umumkan RI Swasembada
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan paparan dalam acara panen raya dan pengumuman swasembada pangan nasional 2025 di Cilebar, Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026). Foto: Antara
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa RI telah memasuki fase kemandirian pangan atau swasembada. Hal itu disampaikan Presiden dalam agenda Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1).

Ia mengaku bangga dengan capaian swasembada pangan yang telah dicapai, lantaran dapat terealisasi hanya dalam kurun waktu satu tahun sejak dirinya dilantik.

Tak hanya pangan, Indonesia diklaim telah mencapai swasembada beras dan pangan dalam waktu singkat, melampaui target awal yakni empat tahun.

Baca Juga:Progres Pengembangan Kompleks Haji Makkah: Pemerintah Targetkan Tampung 22 Ribu Jemaah Tahap AwalBerujung Putusan, Ridwan Kamil dan Atalia Praratya Resmi Berpisah Hari Ini! 

“Kita sudah swasembada satu tahun, kita sudah berdiri di atas kaki sendiri satu tahun, kita tidak tergantung bangsa-bangsa lain,” ujarnya, dikutip Kamis (8/1/2026).

Orang nomor satu di Tanah Air itu menilai bahwa kemerdekaan suatu bangsa tidak pernah utuh, jika masih melakukan impor pangan.

Seperti yang terjadi di masa COVID-19, kata dia, ketika sejumlah negara produsen beras enggan menjual stoknya, sehingga menjadi pelajaran penting untuk tidak bergantung pada negara lain.

Kondisi itu, lanjut dia, menjadi pelajaran untuk tidak bergantung terhadap negara lain, khususnya untuk kebutuhan dasar seperti pangan dan energi.

Untuk itu, ia menekankan agar sektor pertanian Indonesia dapat memenuhi kebutuhan pangan, serta mendorong kemandirian energi nasional.

Ia juga kembali menyinggung soal kelapa sawit yang dapat diolah menjadi bahan bakar solar, serta singkong dan tebu yang dapat menghasilkan etanol sebagai campuran bensin.

Potensi tersebut, kata dia, membuktikan bahwa pertanian mampu menjadi tulang punggung kedaulatan pangan sekaligus energi.

Baca Juga:Pengurus Kopdes Merah Putih Masih Bingung Tentukan Arah Usaha, Kesiapan Program Belum Matang?Terbitkan PMK Baru, Purbaya Perketat Batas Defisit APBD 2026 jadi 0,11 Persen dari PDB

Mengawali tahun 2026, Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengumumkan posisi stok beras nasional mencapai 12,529 juta ton, yang tersebar di gudang Bulog, penggilingan, hingga rumah tangga.

Dari total tersebut, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog berada pada angka 3,25 juta ton, sebagai rekor tertinggi yang menjamin keamanan pangan nasional di tengah fluktuasi cuaca global.

Dengan kebutuhan konsumsi nasional sebesar 2,5 juta ton per bulan, ketersediaan ini diproyeksikan aman hingga akhir tahun.

Menteri Pertanian menegaskan bahwa berkat keberhasilan swasembada, pemerintah secara resmi meniadakan impor beras pada tahun 2026. Sebaliknya, dengan melimpahnya produksi dalam negeri, Indonesia kini mulai menjajaki peluang ekspor beras ke beberapa negara tetangga.

0 Komentar