Cuaca Ekstrem Landa Ciamis, Bangunan Sekolah dan Rumah Ambruk Warga Terpaksa Mengungsi

Cuaca Ekstrem Landa Ciamis, Bangunan Sekolah dan Rumah Ambruk Warga Terpaksa Mengungsi
Salah satu rumah rusak akibat cuaca ekstrem terjadi di Desa Kertahayu Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis belum lama ini. Hujan deras dan angin kencang sering menyebabkan bangunan rusak di beberapa lokasi di Kabupaten Ciamis. (Istimewa/BPBD Ciamis)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Serangkaian kejadian bencana yang dipicu cuaca ekstrem kembali melanda Kabupaten Ciamis, menyebabkan kerusakan infrastruktur penting dan mengancam keselamatan warga.

Dalam dua insiden terpisah yang terjadi dalam kurun waktu berdekatan, satu ruang kelas di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Margaharja, Kecamatan Sukadana, mengalami kerusakan parah, sementara satu keluarga di Kecamatan Cimaragas terpaksa mengungsi setelah rumah mereka ambruk diterjang hujan deras.

Insiden pertama terjadi di lingkungan pendidikan, atap ruang kelas SDN 2 Margaharja dilaporkan ambruk sepenuhnya akibat terjangan cuaca ekstrem yang menghantam wilayah Sukadana.

Baca Juga:Sistem Distribusi Siap Sejak Awal Tahun 2026, Petani Langsung Tebus Pupuk SubsidiCetat Rekor Tertinggi, Penyaluran Dana FLPP Capai 278.868 Rumah 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, material atap yang sudah tua dan lapuk tidak mampu menahan beban dan tekanan angin kencang yang menyertai hujan lebat. Kerusakan yang terjadi cukup signifikan dan memerlukan perbaikan segera untuk mengembalikan fungsi ruangan tersebut.

“Selain hujan dan angin kencang, faktor usia bangunan yang sudah lapuk menjadi penyebab utama runtuhnya sebagian atap sekolah,” kata Ani Supiani, Minggu (4/1/2026).

Sementara itu, di wilayah lain Ciamis, tepatnya di Kecamatan Cimaragas, cuaca ekstrem dengan intensitas hujan yang sangat deras menimbulkan konsekuensi yang lebih serius bagi warga.

Satu unit rumah tempat tinggal sebuah keluarga tidak mampu bertahan dan akhirnya ambruk. Kejadian tersebut memaksa seluruh anggota keluarga yang mendiaminya segera menyelamatkan diri dan terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun keluarga tersebut mengalami kerugian material yang tidak sedikit, kehilangan harta benda, dan harus menanggung trauma.

Saat ini, mereka masih bergantung pada bantuan tetangga dan kerabat terdekat sambil menunggu uluran tangan dan penanganan lebih lanjut dari pihak berwenang.

Kedua peristiwa ini menyoroti dampak nyata dari anomali cuaca yang kerap melanda daerah tersebut.

Baca Juga:Wujudkan Kehadiran Negara, BSI Dukung Danantara Bangun Hunian Layak untuk Percepat Pemulihan Warga AcehMelayani dengan Hati, ESG PNM Tumbuh Bersama Ibu-Ibu Pelaku Usaha Lokal

Cuaca ekstrem yang ditandai dengan hujan lebat disertai angin kencang dan puting beliung dalam beberapa tahun terakhir semakin sering terjadi di wilayah Ciamis dan sekitarnya.

Fenomena ini tidak hanya mengancam jiwa dan harta benda warga, tetapi juga mengganggu infrastruktur publik vital seperti sekolah, yang langsung berdampak pada masa depan pendidikan anak-anak.

0 Komentar