Menyikapi rangkaian kejadian ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis telah bergerak cepat untuk melakukan assesment di kedua lokasi.
Tim diturunkan untuk mendata kerusakan, mengevaluasi tingkat bahaya, dan memberikan rekomendasi tindak lanjut. Untuk kasus di SDN 2 Margaharja, koordinasi dengan Dinas Pendidikan telah dilakukan untuk segera mengalokasikan dana perbaikan darurat agar proses pembelajaran tidak terganggu dalam waktu lama.
Sementara untuk keluarga korban di Cimaragas, BPBD bersama pemerintah setempat memberikan bantuan logistik darurat dan memfasilitasi kebutuhan dasar pengungsi.
Baca Juga:Sistem Distribusi Siap Sejak Awal Tahun 2026, Petani Langsung Tebus Pupuk SubsidiCetat Rekor Tertinggi, Penyaluran Dana FLPP Capai 278.868 Rumah
Pihak berwenang mengingatkan masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan, terutama pada masa peralihan musim seperti sekarang ini. Pemeriksaan rutin terhadap kondisi rumah, terutama bagian atap dan struktur bangunan yang sudah tua, sangat disarankan.
Masyarakat juga dihimbau untuk memangkas ranting pohon yang membahayakan di sekitar pemukiman dan segera mengungsi ke tempat aman jika tanda-tanda cuaca ekstrim mulai terlihat.
“Pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat sistem peringatan dini dan sosialisasi mitigasi bencana hingga ke tingkat desa, agar kerugian material dan korban jiwa dapat diminimalisir di masa mendatang,” kata warga Ciamis, Anwar. (CEP)
