JABAR EKSPRES — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menegaskan belum menerima komunikasi resmi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) terkait pengelolaan sampah di wilayah Cileungsi.
Diketahui, Pemkot Tangsel membuang sampah ke Cileungsi, Kabupaten Bogor, dengan volume yang diperkirakan mencapai 200 ton per hari. Sampah tersebut dikelola oleh PT Aspex Kumbong.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, Teuku Mulya, mengungkapkan bahwa komunikasi dari Pemkot Tangsel sejauh ini baru dilakukan melalui sambungan telepon.
Baca Juga:Persib Hampir Full Team, Maung Bandung Siap Menggila di El Clasico IndonesiaBukan Sekadar Tiga Poin, Marc Klok Tegaskan Duel Persib vs Persija Soal Harga Diri Kota
Namun, menurutnya, bentuk komunikasi tersebut belum dapat dianggap sebagai komunikasi resmi antarpemerintah daerah.
“Sudah ada komunikasi, mereka sempat menelepon. Tapi itu saya anggap belum resmi. Hanya melalui telepon,” ujar Teuku, Sabtu (10/1/2026).
Ia menegaskan, komunikasi resmi seharusnya dilakukan melalui surat kepada Pemkab Bogor. Setelah itu, baru dapat dijadwalkan pertemuan untuk membahas maksud, mekanisme, serta dampak pengelolaan sampah tersebut.
“Yang resmi itu mereka bersurat terlebih dahulu. Setelah itu, kita bisa lakukan pertemuan, bukan pemanggilan, tapi pertemuan untuk saling bertanya dan menjelaskan,” jelasnya.
Teuku juga menilai, Pemkot Tangsel semestinya mempertimbangkan pemberian kompensasi kepada Pemkab Bogor, mengingat aktivitas pengelolaan sampah tersebut telah menimbulkan dampak di wilayah Kabupaten Bogor tanpa komunikasi resmi sebelumnya.
“Kalau perlu, ada kompensasi ke Kabupaten Bogor. Ini kan sudah membuat dampak. Kompensasi itu bisa berupa bantuan pembangunan atau hal lain yang bermanfaat bagi daerah,” ujarnya.
Meski demikian, Teuku menegaskan bahwa hingga kini Pemkab Bogor belum menentukan sikap terkait penerimaan atau penolakan pengelolaan sampah dari Pemkot Tangsel di Cileungsi.
Keputusan tersebut akan bergantung pada hasil pemeriksaan teknis di lapangan.
Baca Juga:Di Bawah Kepemimpinan Prabowo, Mentan Amran Antar Indonesia Capai Swasembada Pangan 2025Meski Pincang, Macan Kemayoran Pede Tantang Persib di GBLA
“Kalau secara teknis nanti bisa diterima, tentu akan kita pertimbangkan. Tapi menerima atau tidaknya tergantung hasil pengecekan tim di lapangan. Kalau ternyata sangat melanggar ketentuan, maka tidak akan diterima,” pungkasnya.
