JABAR EKSPRES – Aplikasi AMG Pantheon atau yang kini menjadi AMG Exchange, berulang kali mengganti websitenya. Hal ini membuat aplikasi ini menjadi semakin mencurigakan. Belum lagi setiap kali berganti website, website barunya langsung ditandai sebagai penipuan crypto.
Pergantian website sering kali menjadi bukti bahwa sebuah aplikasi tidak bisa dipercaya, karena ada beberapa kemungkinan sampai sebuah aplikasi harus berganti nama dan alamat website.
Yang pertama karena takut ketahuan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Sehingga sebelum di blokir mereka sengaja migrasi ke website lain agar aman.
Baca Juga:Kepemimpinan Rahmad Pribadi Antarkan Pupuk Indonesia Raih Apresiasi Tertinggi Swasembada dari PresidenLINK Nonton Golden Disk Awards 2026, Cek Jam Tayang Red Carpet dan Main Ceremonynya
Kenapa takut dengan OJK atau Komdigi?, karena aplikasi tersebut tidak memiliki perizinan dan legalitas, namun sudah berani beroperasi di Indonesia, bahkan menghimpun dana dari masyarakat.
Yang kedua, karena sudah diblokir oleh OJK atau Komdigi sehingga mau tidak mau harus pindah ke website baru agar tetap bisa beroperasi.
AMG bukan hanya sekali atau dua kali berganti website melainkan sudah berkali-kali bahkan lebih dari 10 kali.
Berikut beberapa website yang pernah digunakan AMG :- amgots.cc- amgin.com- cosmo-trading.com- amgcopytrade.com- amgcrypto.com- amgex8.com- amgexcfx.com- amgexidn.com- amgexoll.com- amgroutt.amgrou.com- amfvs.com- amgqf.com- amgappvip.com
Kecurigaan lain muncul ketika masuk ke website AMGi, maka APK secara otomastis bisa mengakses lokasi, file media, camera, serta audio di HP yang digunakan.
Padahal untuk sebuah APK Crypto yang normal, biasanya tidak akan meminta akses atau permission sebanyak itu, dikhawatirkan aplikasi bisa menerobos masuk dan melakukan pencurian data pribadi yang tersimpan di dalam perangkat HP, selain itu perangkat juga bisa jadi rentan terkena Malware.
Selain masalah website yang sering gonta ganti, skema bisnis dari aplikasi ini juga sangat persis dengan aplikasi ponzi, bahkan polanya juga sama, sehingga wajar jika banyak yang menyebut jika aplikasi ini merupakan ponzi.
Baca Juga:Muncul Gejala SCAM, Aplikasi EON Media Diduga Mulai Terbukti Sebagai PenipuanNaskah Khutbah Jumat Tentang Mengapa Islam Membolehkan Poligami
Dan jika ini benar, maka aplikasi sama sekali tidak bisa dipercaya, karena bisa sewaktu-waktu scam. Meski saat ini mungkin masih bisa memberikan keuntungan bagi anggotanya, namun tanpa disadari mereka sudah masuk ke dalam perangkap aplikasi, untuk terus mendepositkan uangnya dengan iming-iming profit besar.
