Tersendat Palang Kereta, Underpass Gatot Subroto Cimahi Akhirnya Direalisasikan

Pembangunan Underpass Gatot Subroto ditargetkan menyesuaikan arus kereta feeder yang kerap memicu kemacetan
Pembangunan Underpass Gatot Subroto ditargetkan menyesuaikan arus kereta feeder yang kerap memicu kemacetan (Dok: Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi memasukkan pembangunan Underpass Gatot Subroto ke dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026.

Proyek yang telah lama dinantikan masyarakat Cimahi ini dirancang sebagai solusi permanen mengurai kemacetan di salah satu jalur tersibuk kota. Saat ini, pembangunan fisik underpass masih berada pada tahap perencanaan final.

Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menjelaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah provinsi untuk mengambil alih sejumlah ruas jalan strategis di tingkat kota dan kabupaten.

Baca Juga:Beralih ke Rumah Minimalis: Kawasan Urban dengan Prinsip Less is More Sidang Lanjutan Gugatan Cerai Digelar, Atalia Praratya Hadir di Pengadilan Agama Bandung

“Kebijakan Pak Gubernur untuk 2026 memang ada beberapa ruas jalan di kabupaten/kota yang di-take over oleh provinsi. Salah satunya underpass atau flyover di Gatot Subroto Cimahi,” kata Dedi, Rabu (31/12/2025).

Menurut Dedi, pembiayaan proyek akan dibagi dua. Provinsi menanggung biaya konstruksi, sementara Pemerintah Kota Cimahi bertanggung jawab atas pembebasan lahan.

“Pembangunan fisik akan ditanggung provinsi sekitar Rp100 miliar. Sedangkan pengadaan atau pembebasan lahan oleh Kota Cimahi,” ujarnya.

Underpass tersebut dirancang sepanjang sekitar satu kilometer, untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi saat palang kereta tertutup.

“Panjang flyover kurang lebih satu kilometer. Proyek ini memang untuk mengurai kemacetan akibat lalu lintas kereta,” tambah Dedi.

Komunikasi antara Pemprov Jabar dan Pemkot Cimahi terkait pengerjaan proyek, kata Dedi, berjalan baik. Pembebasan lahan ditargetkan dimulai awal tahun depan agar konstruksi dapat berjalan pada semester kedua 2026.

“Pemkot (Cimahi) sudah menyiapkan pembiayaan pembebasan lahan. Semoga pembebasan lahan dilakukan awal tahun sehingga semester dua pembangunan konstruksi sudah jalan,” ujarnya.

Baca Juga:Persib Diuji di Kediri, Laga Tandang Penentu Mental Juara Maung BandungDari Abon hingga Rendang, Produk Nasabah PNM Disalurkan untuk Masyarakat Terdampak Bencana di Sumatera

Dedi memastikan alokasi anggaran Rp100 miliar sudah tercantum dalam APBD Provinsi Jawa Barat 2026, meski masih menunggu pengesahan Kementerian Dalam Negeri.

“Sudah alokasi di APBD provinsi. Tinggal menunggu persetujuan Kemendagri, semoga tidak ada perubahan signifikan,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Cimahi, Ngatiyana menyatakan pemerintah kota sudah berkoordinasi dengan TNI karena pembangunan underpass akan melintasi perlintasan sebidang kereta api yang terdampak asetnya.

“Alhamdulillah keluarga besar TNI menyetujui pembangunan Underpass Gatot Subroto tahun 2026,” kata Ngatiyana.

0 Komentar