JABAR EKSPRES – Libur panjang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 membawa angin segar bagi pariwisata Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Diketahui, kawasan wisata yang sebelumnya terdampak kebijakan larangan study tour dan efisiensi anggaran kegiatan pemerintah, seperti pariwisata Lembang, kini kembali ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah.
Bagi pelaku usaha pariwisata, momen ini bukan sekadar ramainya kunjungan, tetapi juga sinyal pemulihan ekonomi setelah periode lesu. Selama beberapa bulan terakhir, pembatasan kegiatan luar sekolah dan instansi pemerintah membuat tingkat kunjungan turun signifikan, berdampak langsung pada pendapatan hotel, restoran, hingga pengelola destinasi wisata di Lembang.
Baca Juga:Lembang Jadi Magnet Wisata Nataru, Polisi Terapkan One Way Hingga 13 KaliRamp Check Jelang Tahun Baru 2026, Dishub KBB Temukan Bus Wisata Tak Laik Jalan di Lembang
Sejak memasuki pekan ketiga Desember 2025, geliat itu kembali terasa. Arus kendaraan menuju Lembang meningkat, antrean terlihat di pintu-pintu objek wisata, sementara transaksi di kios kuliner dan wahana kembali hidup.
Libur panjang kali ini menjadi momentum yang dinanti pelaku usaha untuk menutup penurunan pendapatan pada bulan-bulan sebelumnya.
Suasana tersebut tampak di Floating Market Lembang. Destinasi wisata keluarga ini kembali dipadati pengunjung yang menikmati wahana air dan wisata kuliner. Keramaian membawa dampak berantai bagi pedagang, operator wahana, hingga pekerja harian yang menggantungkan penghasilan dari sektor pariwisata.
Di antara pengunjung, Dina (19), wisatawan asal Tangerang Selatan, Banten, menghabiskan liburan bersama keluarganya. Bagi Dina, Lembang selalu menawarkan pengalaman berbeda, meski telah berulang kali dikunjungi.
“Kalau ke Lembang sudah sering, lebih dari lima kali. Sekarang ke Lembang lagi bareng keluarga,” ujar Dina saat ditemui, Senin (29/12/2025).
Pada kunjungan kali ini, Dina menjajal Floating Market untuk pertama kalinya. Ia mengaku tertarik dengan beragam wahana yang dapat dinikmati semua usia, mulai dari kereta danau hingga kuliner apung yang menjadi ciri khas destinasi tersebut.
“Ini masih coba kereta dulu. Tadi sudah keliling juga, nyoba kuliner apungnya. Unik karena belinya pakai koin,” tuturnya.
Baca Juga:Cimahi Optimistis Bangkitkan Pariwisata Lewat Destinasi Khas LokalDishub KBB Aktifkan Zero Illegal Parking di Kawasan Wisata Lembang
Menurut Dina, udara sejuk dan banyaknya pilihan destinasi menjadi alasan dirinya kerap kembali berwisata ke Lembang. Hal inilah yang dinilai pelaku usaha sebagai kekuatan utama Lembang dalam menarik wisatawan berulang.
