JABAR EKSPRES – Kota Cimahi kembali menghadapi tantangan dalam mendorong sektor pariwisata lokal saat memasuki masa libur panjang akhir tahun. Mulai dari libur sekolah hingga perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, momen ini seharusnya menjadi peluang besar untuk meningkatkan kunjungan wisatawan.
Namun, minimnya destinasi unggulan membuat Pemkot Cimahi dituntut untuk lebih kreatif dalam mengemas atraksi wisata yang mampu bersaing dengan daerah sekitar.
Posisi Cimahi yang terhimpit oleh Kota Bandung dan Kabupaten Bandung Barat (KBB) menjadi salah satu faktor penghambat. Kedua wilayah bertetangga itu memiliki begitu banyak pilihan pariwisata, mulai dari wisata alam hingga rekreasi modern yang sudah sangat dikenal wisatawan.
Baca Juga:Ide Modifikasi Ala Anak Muda Kekinian, Grand Filano Hybrid Siap Bikin Gaya Makin Anti MainstreamJanji Siapkan Rp2 Triliun untuk Pembiayaan Ekspor Furnitur, Purbaya: Bunganya 6 Persen
Meski demikian, Pemerintah Kota Cimahi tetap optimistis. Kepala Bidang Kebudayaan dan Pariwisata pada Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Cimahi, Raden Lucky Sugih Mauludin, mengungkapkan bahwa peluang peningkatan jumlah kunjungan tetap terbuka, meski tidak akan setinggi daerah tetangga.
“Kalau potensi peningkatan tetap ada di libur panjang ini, meskipun sulit karena kita posisinya berada di antara Kota Bandung dan Lembang yang memiliki banyak objek wisata. Tapi kita tetap upayakan agar wisatawan bisa tertarik datang ke Cimahi,” ujar Lucky saat dihubungi, Sabtu (27/12/2025).
Menurut Lucky, Cimahi memiliki sejumlah potensi wisata yang bisa menjadi nilai jual, khususnya dari sektor wisata budaya dan heritage. Oleh karena itu, Pemkot Cimahi menyiapkan berbagai acara menarik untuk mengisi masa liburan, salah satunya event Cimahi Ngibing di Pasar Awi, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara.
“Kita mengadakan Cimahi Ngibing tanggal 28 Desember 2025, akan ada pementasan tarian lokal dan kegiatan budaya lainnya untuk menarik pengunjung dan memperkenalkan kekayaan budaya Cimahi,” jelasnya.
Selain kegiatan budaya, Cimahi juga menawarkan sejumlah lokasi wisata yang dapat menjadi alternatif destinasi liburan keluarga. Beberapa di antaranya adalah Kampung Adat Cireundeu di Kelurahan Leuwigajah, yang saat ini sedang dalam proses pengusulan sebagai daya tarik wisata (DTW) di Jawa Barat.
Kampung adat ini dikenal dengan kearifan lokal masyarakatnya yang mempertahankan tradisi, termasuk pola konsumsi rasi sebagai pengganti nasi.
