JABAR EKSPRES – Petugas gabungan menemukan sejumlah bus pariwisata di kawasan wisata Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), belum laik jalan.
Temuan tersebut terungkap saat petugas gabungan dari Korlantas Polri dan Dinas Perhubungan (Dishub) KBB melaksanakan pemeriksaan kelayakan kendaraan atau ramp check di kawasan Lembang, Sabtu (27/12/2025), menjelang libur Tahun Baru 2026.
Kepala Bidang Teknis dan Prasarana Dishub KBB, Heri Arifin, mengatakan pemeriksaan dilakukan untuk memastikan keselamatan angkutan wisata selama periode libur panjang akhir tahun.
Baca Juga:Tujuh Jabatan Camat di Bogor Masih Kosong, BKPSDM Petakan Lulusan IPDNRidwan Kamil Sampaikan Permohonan Maaf, Akui Kesalahan dalam Pernikahan 29 Tahun
“Pemeriksaan ini kami lakukan bersama Korlantas Polri untuk memastikan kendaraan wisata laik teknis dan laik jalan, termasuk kondisi pengemudinya,” ujar Heri saat dikonfirmasi, Minggu (28/12/2025).
Ia menjelaskan, ruang lingkup pemeriksaan meliputi kelengkapan administrasi kendaraan dan pengemudi, seperti SIM dan STUK, serta kondisi teknis utama kendaraan, mulai dari sistem pengereman, lampu, ban, bodi kendaraan, hingga perlengkapan keselamatan.
“Selain kendaraan, kami juga memeriksa kondisi kesehatan dan kompetensi pengemudi. Ini penting karena keselamatan penumpang menjadi prioritas utama selama libur Natal dan Tahun Baru,” katanya.
Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan sejumlah bus yang belum memenuhi standar laik jalan. Terhadap kendaraan tersebut, petugas memberikan rekomendasi perbaikan sebelum kembali diizinkan mengangkut penumpang. Sementara pelanggaran administrasi diserahkan kepada kepolisian untuk ditindaklanjuti.
“Kami menemukan pengemudi yang tidak melengkapi dokumen. Untuk penindakannya kami serahkan kepada Polres Cimahi agar pengemudi dan pemilik kendaraan segera melengkapi dokumen sebelum melanjutkan perjalanan,” ucapnya.
Heri menambahkan, mayoritas bus pariwisata yang masuk ke kawasan Lembang berasal dari luar daerah, bahkan lintas provinsi. Kondisi ini menjadi perhatian karena tingginya mobilitas wisatawan selama masa libur Nataru.
“Penumpang bus yang datang ke Lembang ini banyak berasal dari luar daerah, seperti Yogyakarta, Sumatera hingga Bangka Belitung. Karena itu kegiatan ini kami prioritaskan untuk keselamatan masyarakat,” tuturnya.
Baca Juga:Tersirat! Federico Barba Memang Tinggalkan Persib, Begini Katanya!Federico Barba Not For Sale: 'Ambil Julio Aja, Dibonusan Febri'
Dalam kegiatan tersebut, petugas memeriksa 17 unit bus, terdiri dari tujuh bus di kawasan Floating Market dan 10 bus di Terminal Wisata Grafika Cikole (TWGC). Secara umum kondisi kendaraan dinilai relatif aman, meski ditemukan satu bus yang menggunakan ban vulkanisir.
