Nataru Angkat Kembali Geliat Pariwisata Lembang, Usai Terpukul Kebijakan Study Tour hingga Efisiensi Anggaran

Nataru Angkat Kembali Geliat Pariwisata Lembang Usai Terpukul Kebijakan Study Tour hingga Efisiensi Anggaran
Wisatawan tengah menikmati sejumlah wahana yang tersedia di Floating Market Lembang, Bandung Barat. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

“Yang bikin ketagihan itu Lembang kayak hidden, udaranya sejuk, jadi enggak ngebosenin,” katanya.

Upaya pengelola destinasi dalam menghadirkan inovasi juga menjadi bagian dari strategi pemulihan. Public Relations Floating Market Lembang, Intania Setiati, mengatakan pihaknya terus menambah wahana untuk menjaga minat kunjungan, terutama di tengah persaingan destinasi wisata.

Salah satunya adalah kereta danau dengan lintasan sekitar satu kilometer mengelilingi area danau, melewati saung, taman, kolam ikan, kampung leuit, pasar apung, hingga area permainan anak. Selain itu, tersedia perahu wisata ala Lamborghini yang mengelilingi danau.

Baca Juga:Lembang Jadi Magnet Wisata Nataru, Polisi Terapkan One Way Hingga 13 KaliRamp Check Jelang Tahun Baru 2026, Dishub KBB Temukan Bus Wisata Tak Laik Jalan di Lembang

“Total wahana di Floating Market sekitar 15 sampai 20, seperti perahu bajak laut, flying fox, rainbow slide, ATV, gokart, hingga taman tematik. Wahana air masih menjadi favorit pengunjung,” jelas Intania.

Dampak pemulihan paling terasa di sektor akomodasi. Sejumlah hotel dan penginapan yang sebelumnya mencatat tingkat hunian rendah, kini kembali mengalami peningkatan signifikan. Kenaikan okupansi dinilai membantu menjaga keberlangsungan operasional dan tenaga kerja.

General Manager Terminal Wisata Grafika Cikole (TWGC) Lembang, Sapto Wahyudi, mengatakan sejak 19 Desember 2025, tingkat hunian kamar naik bertahap antara 20 hingga 30 persen, bahkan mencapai penuh pada puncak libur Natal.

“Tadi malam kamar sudah full okupansi sampai malam ini,” ujarnya.

Tak hanya hotel, kunjungan ke sektor wisata pendukung seperti outbound, kuliner, hingga Hutan Mycelia di kawasan TWGC juga meningkat hingga 30-35 persen dibandingkan akhir pekan biasa. Lonjakan ini berdampak langsung pada perputaran ekonomi di tingkat lokal.

Data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung Barat memperkuat gambaran tersebut. Dari 307 hotel dan penginapan di Bandung Barat, seluruhnya melaporkan tren positif pemesanan kamar selama libur Natal dan Tahun Baru, meski dengan persentase berbeda.

“Okupansi meningkat antara 10 sampai 40 persen. Kami memprediksi angka ini masih akan terus naik hingga masa liburan berakhir,” kata Kepala Bidang Pariwisata Disparbud KBB, David Oot.

Baca Juga:Cimahi Optimistis Bangkitkan Pariwisata Lewat Destinasi Khas LokalDishub KBB Aktifkan Zero Illegal Parking di Kawasan Wisata Lembang

Dengan 159 daya tarik wisata terdiri dari 91 wisata alam, 19 wisata budaya, dan 49 wisata buatan serta didukung ratusan restoran dan pelaku UMKM, Lembang perlahan bangkit dari tekanan kebijakan dan perlambatan kunjungan.

0 Komentar