Potensi Longsor Susulan di Cadas Pangeran Bisa Kembali Terjadi, Pengendara Pilih Lewat Tol Cisumdawu 

Potensi Longsor Susulan di Cadas Pangeran Bisa Kembali Terjadi, Pengendara Pilih Lewat Tol Cisumdawu 
Lokasi pascalongsor di Jalur Cadas Pangeran wilayah Dusun Jelekong, Desa Cigendel, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang. (Yanuar/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pascalongsor yang sempat melanda sebanyak dua kali di jalan nasional, tepatnya di Jalur Cadas Pangeran wilayah Dusun Jelekong, Desa Cigendel, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, pengendara lebih pilih akses Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu).

Hal itu disampaikan Fakhira Putri (27), warga Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung. Dirinya mengaku, lebih memilih akses Tol Cisumdawu karena khawatir ada longsor susulan jika melintas Jalur Cadas Pangeran.

“Aku lihat berita kemarin-kemarin ada longsor kan di Cadas Pangeran. Alhamdulillah aku baca gak ada korban, tapi bikin macet panjang dan lama juga,” katanya kepada Jabar Ekspres, Minggu (28/12).

Baca Juga:Tingkatkan Roda Perekonomian, 50 Perusahaan Berminat Investasi Sebesar Rp240 Triliun Ciptakan Ekonomi Baru bagi Warga, Kementrans Kembangkan Wirausaha Wisata 

Putri memaparkan, dirinya telah melangsungkan liburan di kampung halaman bersama keluarga, hendak melakukan perjalanan dari Kuningan menuju kediamannya di Kabupaten Bandung.

Mengingat cuaca masih cukup ekstrem dan turunnya hujan dapat mengguyur, menjadi alasan utama menghindari sementara Jalur Cadas Pangeran.

“Biasa lewat Cadas Pangeran lebih menikmati perjalanan, tapi karena kemarin longsor terus masih ada potensi longsor susulan, aku takut makanya pilih lewat tol aia,” paparnya.

“Alhamdulillah lewat tol tadi aman. Semoga Jalur Cadas Pangeran bisa kembali aman, semua diberi perlindungan,” tukas Putri.

Diketahui sebelumnya, longsor sempat melanda Jalur Cadas Pangeran, tepatnya di Dusun Jelekong, Desa Cigendel, Kecamatan Pamulihan. Longsor pertama terjadi pada Kamis (25/12/2025) petang. Di titik tebing yang sama, longsor kembali terjadi pada Jumat (26/12/2025) sore.

Pada kejadian awal, material longsor tidak sepenuhnya menutup jalan. Namun, sebuah pohon berukuran besar yang tumbang melintang sempat menghalangi arus lalu lintas.

Pada longsor susulan, material tanah menutup seluruh badan jalan utama penghubung Bandung–Cirebon tersebut. Proses evakuasi sekaligus pembersihan jalan nasional pun memakan waktu, sehingga kemacetan panjang hingga sekira 1 kilometer lebih tak terindahkan.

Baca Juga:Gencarkan Program Mudik Gratis Selama Nataru, Menhub: Perjalanan agar Lebih AmanKetimpangan Sosial di Jabar Masih Tinggi, Ini Jurus Pemda Turunkan Angka Kemiskinan Ekstrem

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumedang, Hendar menuturkan, setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim gabungan, pihaknya menemukan retakan tanah, dengan ukuran sekira satu jengkal orang dewasa yang membentang di area mahkota longsor.

“Di area mahkota longsor ada retakan tanah sejengkal. Retakan tersebut berpotensi menimbulkan longsor susulan,” tuturnya.

0 Komentar