Hendar menerangkan, retakan tanah yang muncul di area tebing mahkota longsor Jalur Cadas Pangeran tersebut, berpotensi menimbulkan bencana susulan jika diguyur hujan deras.
“Ya, apabila hujan deras yang berdurasi lebih dari satu jam, berpotensi longsor susulan di lokasi tersebut,” terangnya.
Hendar menjelaskan, pihaknya telah melakukan upaya pengkajian cepat, serta berkoordinasi dengan instansi terkait, untuk langkah percepatan penanganan longsor di kawasan pascalongsor.
Baca Juga:Tingkatkan Roda Perekonomian, 50 Perusahaan Berminat Investasi Sebesar Rp240 Triliun Ciptakan Ekonomi Baru bagi Warga, Kementrans Kembangkan Wirausaha Wisata
“Penanganan jangka pendek, di mahkota longsor telah dipasangi terpal, dan dipasang cerucuk penahan tanah , serta pembuatan terasering,” jelasnya.
Menurut Hendar, upaya respons cepat tersebut dilakukan untuk stabilisasi lereng dan pengurangan risiko potensi longsor lanjutan.
“Tim Gabungan telah mendirikan Posko Darurat di Polsek Pamulihan, untuk mengantisipasi bila sewaktu-waktu terjadi bencana alam di kawasan Cadas Pangeran. Mudah mudahan tidak terjadi apa-apa,” pungkasnya. (Bas)
