JABAR EKSPRES – Perayaan Natal 2025 di Gereja Katedral Bandung mengusung tema nasional “Allah hadir menyelamatkan keluarga”. Tema tersebut diangkat dengan keprihatinan sekaligus harapan terhadap kondisi keluarga saat ini.
“Tema besarnya tentunya kita mengacu pada tema nasional yang diangkat oleh konferensi Gereja Indonesia dan PGI. Itu adalah Allah hadir menyelamatkan keluarga,” ujar Humas Gereja Katedral Bandung, Cecilia Amanda kepada Jabar Ekspres di ruang kerjanya, Selasa (23/12).
Dia mengatakan tema ini lahir dari keprihatinan atas berbagai persoalan keluarga. Melalui perayaan Natal, gereja mengajak umat untuk kembali menghadirkan kebersamaan dalam keluarga.
Baca Juga:Tersirat! Federico Barba Memang Tinggalkan Persib, Begini Katanya!Federico Barba Not For Sale: 'Ambil Julio Aja, Dibonusan Febri'
“Dimana banyak sekali kondisi-kondisi keluarga yang tidak baik, hubungan antar anggota keluarga juga kurang baik. Marilah kita bersama-sama hadir, menghadirin bersama Natal nanti bersama keluarga,” katanya.
Cecilia juga mengingatkan pentingnya melibatkan keluarga secara lebih mendalam. Namun juga pihak ingatkan kembali untuk bisa melibatkan keluarga jauh lebih dalam.
“Dengan harapannya relasi antar keluarga bisa lebih hangat, lebih dekat, dan yang tadinya keluarganya mungkin kurang baik bisa terjadi rekonsiliasi di Natal tahun ini,” paparnya.
Selain misa Malam Natal dan Hari Raya Natal, Gereja Katedral Bandung juga menyediakan misa khusus bagi lansia dan orang sakit. “Tanggal 26 Desembernya, kita akan ada hari Natal bersama lansia. Bersama lansia dan orang sakit,” katanya.
Menurutnya, misa khusus tersebut diadakan karena tingginya lonjakan umat. Karena melihat lonjakan umat yang sangat tinggi ini, lanjutnya, sirkulasi umat juga mungkin terlalu padat, kurang nyaman untuk lansia, untuk orang sakit, dan sebagainya.
Cecilia berharap tema keluarga tidak hanya menjadi simbol, tetapi diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. “Karena percayalah dari keluarga yang baik, muncul kelompok masyarakat yang baik, gereja yang baik, bangsa yang baik,” ucap Cecilia.
Dia pun mengharapkan agar setiap pribadi dapat membawa sukacita dalam keluarganya. “Tidak harus menunggu orang yang membawa suka cita itu kepada kita, tapi bagaimana kita bisa hadir di tengah keluarga untuk membawa suka cita tersebut,” harapnya.
