Kualitas MBG Jadi Sorotan, Dinkes Kabupaten Bogor Belum Beri Tanggapan

salah satu contoh menu MBG.
salah satu contoh menu MBG.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bogor tengah menjadi i sorotan publik. Beberapa orang tua siswa mengeluhkan kualitas menu MBG yang dinilai kurang layak dan tidak diminati anak-anak.

Keluhan pertama datang dari orang tua siswa SDN Cijayanti 01, Babakan Madang. Dalam video yang beredar di media sosial, wali murid menunjukkan kondisi buah salak yang busuk serta menu MBG yang dianggap tidak sesuai selera anak-anak.

“Assalamualaikum Bapak-Ibu, saya dari orang tua wali murid SDN Cijayanti 01. Saya mau konfirmasi soal MBG, supaya menunya disesuaikan dengan anak-anak dan bisa dikonsumsi,” ujar wali murid dalam video yang diunggah Rabu (17/12).

Baca Juga:Pola Perlu Diatur, Program MBG Dinilai Memberikan Dampak Terhadap Ketersediaan Bahan PanganBiaya Penggantian Korban Keracunan MBG di KBB Belum Dibayar BGN, Dinkes: Masih Diproses di Tingkat Pusat

Ia menambahkan, “Menu sebaiknya tidak sama setiap hari, dan buah salak yang dibagikan kondisinya sudah membusuk. Mohon agar dievaluasi.”

Sekretaris Camat Babakan Madang, Iskandar, mengaku belum menerima laporan terkait keluhan tersebut dan belum dapat memberikan keterangan.

Selain itu, keluhan serupa muncul dari wali murid di wilayah Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor. Menu MBG yang dibagikan di sana disebut hanya berisi roti, sukro, dan susu yang dikemas plastik, dinilai kurang bergizi dan tidak sesuai harapan.

Menanggapi sorotan ini, wartawan Jabar Ekspres mencoba meminta tanggapan dari Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor, Fusia Meidiawati. Namun, hingga berita diterbitkan, belum ada keterangan resmi baik dari Kadis maupun Sekretaris Dinkes Kabupaten Bogor.

0 Komentar