Dari Limbah Kayu ke Peluang Usaha, Warga Banjar Kembangkan Kerajinan Miniatur Lesung

Warga Banjar Sulap Limbah Kayu Jadi Miniatur Lesung
Aan Andriana, warga Lingkungan Siluman Baru RT 38 RW 18, Kelurahan Purwaharja, Kota Banjar, Jawa Barat menunjukkan hasil kerajinan tangan yang dibuat dari bahan kayu jati, Kamis (18/12/2025). (Cecep Herdi/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Semangat melestarikan budaya dan kepedulian terhadap lingkungan bertemu dalam karya tangan terampil Aan Andriana.

Warga Lingkungan Siluman Baru RT 38 RW 18, Kelurahan Purwaharja, Kota Banjar, Jawa Barat ini berhasil mengubah limbah kayu jati yang kerap dianggap tak bernilai menjadi miniatur lesung yang memikat, sekaligus bernilai ekonomis.

Dengan ketekunan dan kreativitasnya, Aan menyulap serpihan dan potongan kayu sisa menjadi replika alat tradisional yang hampir terlupakan.

Baca Juga:Atmosfer GBLA Jadi Kunci, Bojan Hodak Minta Bobotoh Jaga Persib dari SanksiLawan Bhayangkara FC, Adam Alis Belum Tentu Comeback Meski Pulih dari Cedera

Ia tidak hanya membuat bentuk lesungnya yang mungil dengan detail yang cermat, tetapi juga melengkapinya dengan palu kecil penumbuk serta hiasan tangkai padi di sisinya, memberi sentuhan natural dan makna yang lebih dalam pada setiap karyanya.

Lesung, sebagai alat penumbuk padi tradisional yang kini sudah sangat jarang ditemui dalam kehidupan sehari-hari, menjadi sumber inspirasi utama Aan. Ia melihat nilai filosofis dan kearifan lokal yang terkandung di dalam alat tersebut.

“Miniatur ini terinspirasi dari lesung alat penumbuk padi tradisional dan baru satu bulan ini kami jalankan,” ungkap Aan, Kamis (18/12/2025).

Lebih lanjut, Aan menjelaskan bahwa ide tersebut muncul dari pengamatannya bahwa lesung masih memiliki tempat khusus dalam berbagai upacara adat, meski fungsinya dalam aktivitas pertanian modern telah tergantikan.

Ia melihat peluang untuk menjadikan miniatur ini sebagai simbol pelestarian budaya dalam bentuk yang lebih modern dan bisa dinikmati banyak orang.

“Harapannya, karya kecil ini dapat menjadi produk kerajinan khas daerah yang dikenang dan dihargai,” ucapnya.

Pemilihan bahan baku pun dilakukan dengan cermat. Aan memanfaatkan limbah kayu jati yang diperolehnya dari berbagai sumber.

Baca Juga:Guncang Bursa Transfer Liga 1, Maarten Paes Dikabarkan Dipinjam Persib BandungPersib Siap Bangkit Hadapi Bhayangkara FC, Bobotoh Jadi Kunci Motivasi

Menurutnya, selain ramah lingkungan karena menggunakan bahan sisa, kayu jati memiliki nilai estetik dan karakter yang kuat.

“Kayu jati punya nilai estetik dan karakter kuat, kualitasnya juga bisa bertahan lama,” jelasnya sambil menunjukkan serat kayu yang terbentuk alami pada miniatur buatannya.

Proses pembuatannya mengandalkan keterampilan tangan dan peralatan yang relatif sederhana, seperti pahat dan golok.

Dengan peralatan tersebut, dalam sehari Aan mampu menyelesaikan sekitar dua set miniatur lesung dari bahan kayu jati.

0 Komentar