Atmosfer GBLA Jadi Kunci, Bojan Hodak Minta Bobotoh Jaga Persib dari Sanksi

Atmosfer GBLA Jadi Kunci, Bojan Hodak Minta Bobotoh Jaga Persib dari Sanksi
Aksi Bobotoh saat mendukung Persib di GBLA/Foto: Dimas Rachmatsyah/Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Persib Bandung mengusung misi bangkit saat menjamu Bhayangkara FC pada pekan ke-15 BRI Liga 1 musim 2025/2026, Minggu (21/12).

Salah satu faktor krusial dalam misi kebangkitan tersebut adalah dukungan pemain kedua belas yang tak lain ada Bobotoh. Hal itu diungkap langsung oleh Pelatih Persib, Bojan Hodak.

Menurutnya, atmosfer kandang dengan stadion yang penuh selalu memberi dorongan besar terhadap performa para pemain di lapangan.

Baca Juga:Lawan Bhayangkara FC, Adam Alis Belum Tentu Comeback Meski Pulih dari CederaGuncang Bursa Transfer Liga 1, Maarten Paes Dikabarkan Dipinjam Persib Bandung

Hodak menyebut bermain di hadapan Bobotoh memberikan keuntungan tersendiri bagi Persib. Sorakan dan dukungan langsung dari tribun membuat para pemain tampil lebih percaya diri, sementara tekanan justru dirasakan tim tamu.

Hal tersebut, kata Hodak, sudah terlihat jelas dalam beberapa pertandingan sebelumnya. “Ketika kami bermain di kandang dan stadion penuh, tentu lebih mudah untuk bermain,” ujar Bojan kepada wartawan.

Pelatih asal Kroasia itu mencontohkan laga-laga kandang melawan Bangkok dan Borneo, di mana kehadiran ribuan Bobotoh membuat Persib tampil lebih agresif. Sebaliknya, performa lawan justru menurun akibat tekanan atmosfer stadion.

“Bisa dilihat saat melawan Bangkok dan Borneo, kondisi lawan menurun dan kami justru terangkat. Inilah yang disebut keuntungan bermain di kandang,” jelasnya.

Meski demikian, Hodak juga menyampaikan pesan tegas kepada Bobotoh yang akan datang langsung ke stadion. Ia kembali mengingatkan pentingnya mematuhi aturan pertandingan, terutama terkait larangan menyalakan flare di dalam stadion.

“Saya rasa flare itu tidak diperbolehkan dan mereka harus mengerti soal itu,” tegasnya.

Ia menyayangkan masih adanya segelintir oknum suporter yang tetap menyalakan flare, sehingga berujung pada sanksi bagi klub. Menurut Hodak, tindakan tersebut justru merugikan Persib dan tidak mencerminkan dukungan yang sebenarnya.

Baca Juga:Persib Siap Bangkit Hadapi Bhayangkara FC, Bobotoh Jadi Kunci MotivasiJejak Panjang Komjen Pol Suyudi Ario Seto, Sosok di Balik Terbongkarnya Buron Interpol Penyelundup Sabu 2 Ton

“Setelah laga melawan Bangkok, ada enam flare yang dinyalakan. Enam orang ini tidak memikirkan dampaknya, dan akhirnya klub yang harus membayar denda. Mereka datang bukan untuk mendukung kami, tetapi untuk kesenangan sendiri,” ujarnya dengan nada kecewa.

Hodak pun mengapresiasi mayoritas Bobotoh yang selama ini memberikan dukungan positif dan tertib. Ia menegaskan bahwa puluhan ribu suporter yang hadir dengan sikap dewasa tidak bisa disamakan dengan segelintir oknum yang bertindak egois.

0 Komentar