Produksi bisa lebih cepat, mencapai lima set per hari, jika menggunakan kayu suren. Namun, Aan lebih memprioritaskan kualitas dan keawetan, sehingga kayu jati tetap menjadi pilihan utamanya meski proses pengerjaannya membutuhkan ketelitian ekstra.
Dalam hal pemasaran, Aan masih mengandalkan cara-cara konvensional dengan menjual langsung atau melalui kenalan di wilayah Kota Banjar dan sekitarnya.
“Harga satu unit miniatur lesung lengkap dengan hiasannya berkisar antara Rp200 ribu hingga Rp300 ribu, tergantung pada kerumitan dan detail kayu. Harga ini merefleksikan nilai karya, ketelitian pengerjaan, dan makna budaya,” katanya.
Baca Juga:Atmosfer GBLA Jadi Kunci, Bojan Hodak Minta Bobotoh Jaga Persib dari SanksiLawan Bhayangkara FC, Adam Alis Belum Tentu Comeback Meski Pulih dari Cedera
Ke depan, Aan tidak hanya berharap usahanya berkembang secara ekonomi, tetapi juga mampu memberikan dampak yang lebih luas.
“Harapan saya ini ke depan bisa menjadi produk lokal daerah dan juga bisa mengangkat perekonomian masyarakat sekitar melalui produk industri rumahan,” ucapnya. (CEP)
