Ia juga menekankan pentingnya transparansi kepada publik agar masyarakat memahami bahwa keputusan yang diambil bukan semata-mata kehendak politik, melainkan berdasarkan kajian ilmiah.
“Kalau hasil kajian dibuka secara objektif, publik akan lebih mudah menerima, apakah itu rehabilitasi besar-besaran atau pembongkaran total,” pungkas Yudi.
Polemik Teras Cihampelas 2 pun kini tidak hanya menjadi persoalan fisik bangunan, tetapi juga ujian bagi Pemerintah Kota Bandung dalam menata ulang arah pembangunan kota agar lebih berkelanjutan dan berbasis keselamatan publik. (Dam)
