Pendidikan dini dan infrastruktur PSEL sebagai dua pilar yang saling melengkapi. PSEL mengatasi tekanan di hilir, sementara pendidikan dini mengendalikan aliran sampah di hulu. Tanpa pendidikan yang mengubah perilaku konsumsi, fasilitas pengolahan sampah akan terus bekerja dalam kapasitas maksimal tanpa pernah menyelesaikan akar masalah.
“Investasi terbaik untuk masa depan bukan hanya membangun lebih banyak tempat pemrosesan akhir atau fasilitas PSEL, tetapi mendidik generasi yang sejak awal tidak memproduksi sampah berlebihan dan mampu mengelola sampahnya sendiri”.
Dengan pendekatan ini, kepedulian lingkungan diharapkan menjadi karakter bangsa, bukan sekadar keterpaksaan dari sebuah regulasi.
Baca Juga:Semifinal LOTTE Bintang Muda Generasi Masa Depan 2025 berlangsung Sengit!Peringati Hari Jadi ke-68 Pertamina Terus Berbenah!
Kepedulian ini adalah buah dari pendekatan multidisiplin yang merupakan kolaborasi saintek dengan nilai kemanusiaan yang merupakan basis Teknokultur.
Tentang Penulis:
Agung Harry Supiana, Charisma Anbiya Soeliantoro, Muhammad Thariq Faturrahman adalah mahasiswa prodi Magister Multidisiplin Teknokultur ITB yang bertugas secara berurutan di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Alumni Universitas Telkom Bandung.
