“It’s Okay Not to Be Okay”: Mengikis Stigma, Membangun Kesadaran Kesehatan Mental di Karawang

Seminar bertajuk “It’s Okay Not to Be Okay” yang digelar , Rumah Sakit Izza Karawang bersama Yayasan Astri B
Seminar bertajuk “It’s Okay Not to Be Okay” yang digelar , Rumah Sakit Izza Karawang bersama Yayasan Astri Bakti Insani di Auditorium Al Izza Preschool, Karawang, Jawa Barat, Sabtu (13/12/2025).
0 Komentar

“Yang paling penting adalah mendengarkan, mengajak anak beraktivitas, dan menciptakan rasa aman. Melalui pemahaman yang tepat, dukungan lingkungan, dan keberanian untuk mencari bantuan profesional, kesehatan mental diharapkan tidak lagi menjadi isu yang disembunyikan, melainkan bagian penting dari kualitas hidup sehari-hari,” ujar Marissa dalam sesi diskusi.

Sementara itu, psikiater dr. P. Beta Ayu Natalia, Sp.KJ menambahkan bahwa tidak semua orang mampu memahami kondisi dirinya sendiri. Menurutnya, keterlibatan tenaga profesional sangat penting agar seseorang dapat mengenali tanda-tanda stres atau trauma yang berkepanjangan.

Kisah inspiratif juga dihadirkan oleh penyintas kesehatan mental, Faqih N. Umam, yang berbagi pengalaman pribadi tentang perjalanan panjang menuju pemulihan. Peserta seminar diajak memahami bahwa pemulihan bukan proses cepat, melainkan perjalanan bertahap yang membutuhkan dukungan keluarga dan lingkungan.

Peran Keluarga dan Dukungan Lingkungan

Baca Juga:Berkat Pemberdayaan BRI, Batik Malessa Ubah Kain Perca Hingga Fashion PremiumInternet Rakyat Kapan Bisa Mulai Digunakan? Ini Jawaban Komdigi 

Dari sudut pandang keluarga, para caregiver seperti Hindrawati dan Bagus Utomo berbagi pengalaman mengenai pentingnya deteksi tanda awal gangguan mental serta komunikasi empatik dalam keluarga. Mereka menekankan bahwa fondasi keluarga menjadi kunci utama dalam proses penyembuhan jangka panjang.

Seminar ini juga memberikan ruang bagi peserta untuk berdialog secara terbuka. Diskusi panel interaktif mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam memahami isu yang selama ini sering dianggap tabu.

Rangkaian Kegiatan yang Mendukung

Acara dibuka dengan pemutaran film bertema kesehatan mental, menggambarkan perjalanan seseorang menghadapi stigma dan proses pemulihan. Selain itu, peserta dapat menjelajahi area bazar yang menyediakan berbagai tenant, menciptakan suasana santai dan inklusif bagi interaksi di sela-sela seminar.

Mengakhiri kegiatan, Ketua Yayasan Astri Bakti Insani, Bagus Jatmiko, mengingatkan betapa pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter kuat sejak dini.

“Keluarga adalah lini pertama, bagaimana membentuk karakter anak dan karakter manusia. Kalau keluarga tidak membentuk dengan karakter yang baik, kemungkinan anak akan mencari pelampiasan yang lain. Kita harus memperbaiki pola hidup, pola pikir sehingga jiwa kita agar tertata dengan baik,” tegas Bagus.

Membangun Budaya Peduli Kesehatan Mental

0 Komentar