JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menggelar rapat koordinasi (rakor) di Rumah Dinas Wali Kota Bogor, Bogor Tengah, Rabu (10/12/2025). Rakor tersebut digelar untuk mengevaluasi sekaligus menyempurnakan layanan rute Transjakarta P11 Bogor-Blok M yang telah beroperasi lebih dari enam bulan sejak diluncurkan pada Mei 2025 lalu.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan bahwa selama periode tersebut, layanan P11 telah mendapat dukungan anggaran sekitar Rp35 miliar yang dialokasikan oleh Pemprov DKI Jakarta. Menurutnya, dukungan ini sangat berdampak pada peningkatan kinerja operasional, termasuk melonjaknya jumlah pengguna harian.
“Peningkatan jumlah pelanggan yang memanfaatkan Transjakarta P11 itu sangat baik yaa, hariannya itu bisa mencapai lebih dari 6.000 penumpang. Tapi tentu kami juga harus terus menarik minat masyarakat, terutama pengguna kendaraan pribadi, untuk pindah ke transportasi umum ini,” ujar Dedie di Rumah Dinas Wali Kota Bogor, Rabu.
Baca Juga:Pemkot Bogor Soroti Kendala Lahan dan Pinjaman,Satgas KKMP Didorong Percepat Penyelesaian Pra-operasional Pemkot Bogor Tingkatkan Mitigasi Bencana, Wali Kota Dedie Imbau Warga Siaga Ransel Darurat
Dedie menuturkan, keberhasilan P11 ini menjadi dasar bagi Pemkot Bogor dan Transjakarta untuk mulai membahas rencana pembukaan rute baru Transjakarta dari Ciawi dan Bubulak menuju Jakarta.
Pembahasan teknis disebutnya akan dilakukan dalam pertemuan lanjutan, mencakup penguatan layanan pendukung seperti feeder (angkutan pengumpan dari permukiman ke titik naik bus), hub (titik transit/penghubung), serta titik integrasi lain yang diperlukan.
“Memang tadi ada usulan apakah memungkinkan dilayani langsung dari Ciawi ke Blok M atau ke Jakarta pada umumnya, dan dari Bubulak ke Jakarta atau langsung ke Blok M seperti pola yang sudah berjalan di P11,” katanya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Transjakarta, Welfizon Yuza, menyampaikan bahwa evaluasi tersebut merupakan tindak lanjut dari Rakor Transjabodetabek yang dipimpin Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung sebelumnya. Ia pun menyebut animo masyarakat terhadap P11 ini tercatat sangat baik, bahka jauh melampaui rata-rata rute baru Transjakarta lainnya.
“Biasanya satu rute butuh sekitar enam bulan untuk mencapai level kematangan, tapi untuk rute ini luar biasa. Jumlah pelanggannya stabil di atas 6.000 setiap hari, bahkan di titik puncak lebih dari 8.000,” ujar Welfizon.
