JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota Cimahi terus memaksimalkan upaya penurunan angka stunting melalui berbagai program terpadu. Salah satu langkah strategis yang dijalankan adalah Pembinaan Calon Pengantin One Stop Service (PCOSS), sebagai upaya pencegahan sejak dini agar bayi yang dilahirkan terhindar dari risiko stunting.
Program pembinaan bagi calon pengantin ini dinilai penting karena menjadi bagian dari langkah preventif sebelum kehamilan terjadi. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, prevalensi stunting di Kota Cimahi tercatat mencapai 24,47 persen, lalu mengalami penurunan pada tahun 2024 menjadi 22,3 persen.
Sementara itu, data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM) menunjukkan prevalensi stunting berada di angka 9,7 persen pada 2023 dan turun menjadi 9,5 persen pada 2024.
Baca Juga:Hujan Deras Robohkan Pohon di Depan Kantor Jabar Ekspres, Pengendara SelamatBerusaha Memahami Profesi Orang Lain
“Jadi kita memang memiliki program One Stop Service yang menjadi bagian dari penanganan stunting di Kota Cimahi,” ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Cimahi, Fitriani Manan, Rabu (10/12/25).
Melalui program tersebut, pemerintah memberikan pembinaan menyeluruh kepada calon pengantin dengan tujuan meningkatkan kualitas generasi penerus, mencegah stunting, sekaligus membangun keluarga yang sehat dan sejahtera.
Pembinaan ini dirancang sebagai bimbingan menyeluruh bagi pasangan yang akan menikah, baik dari sisi mental, fisik, spiritual, maupun sosial.
Dalam pelaksanaannya, program ini mencakup berbagai materi penting, mulai dari persiapan membangun keluarga, pengelolaan keuangan, kesehatan, hingga komunikasi dalam rumah tangga.
Selain itu, calon pengantin juga mendapatkan pembinaan, edukasi, serta pendampingan agar siap menjadi orang tua yang berkualitas.
“Pembinaan calon pengantin ini merupakan bagian dari upaya preventif untuk mencegah kelahiran bayi stunting, karena mereka sudah mendapatkan penyuluhan dan edukasi tentang kesehatan reproduksi, perencanaan keluarga, serta hal-hal lain yang berkaitan dengan pernikahan dan kehidupan rumah tangga,” jelas Fitriani.
Fitriani menambahkan, program tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan bahwa penurunan stunting harus dimaksimalkan sejak remaja, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, hingga anak usia 0–59 bulan.
Baca Juga:Persib Siap Kunci Tiket 16 Besar, Bojan Hodak Minta Waspada Bangkok United yang Tanpa BebanDear Bobotoh! Ini Ungkapan Aki-Aki Gede Wadul Soal Masa Depan Dewangga di Persib
Dengan demikian, lanjutnya, para calon pengantin diharapkan benar-benar siap membangun keluarga yang mampu melahirkan generasi sehat sebagai bagian dari Generasi Emas 2045.
