Cegah Stunting Sejak Pra-Nikah, Cimahi Perkuat Program One Stop Service untuk Calon Pengantin

Calon pengantin
Ilustrasi calon pengantin/Istimewa
0 Komentar

“Calon pengantin ini akan terus kami kawal, mulai dari skrining kesehatan sebelum menikah, saat menikah, hingga nanti saat hamil. Bahkan kondisi bayi dalam kandungannya juga akan terus dipantau. Jika ditemukan kondisi kesehatan seperti kadar HB rendah, tubuh terlalu kurus, atau lingkar badan kecil, bukan berarti tidak boleh menikah, namun tetap kami pantau agar lebih maksimal. Intinya, kita mencegah stunting,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Mulyati, menyebutkan bahwa ada sejumlah faktor yang menjadi pemicu terjadinya stunting. Di antaranya adalah rendahnya kesadaran masyarakat dalam mengonsumsi makanan bergizi, kondisi sanitasi yang belum memadai, hingga dampak urbanisasi.

“Cimahi merupakan daerah urban dengan mobilitas penduduk yang sangat tinggi dan banyak pendatang baru. Termasuk di dalamnya sejumlah anak yang mengalami stunting. Kondisi ini otomatis masuk dalam populasi Cimahi,” ungkap Mulyati.

Baca Juga:Hujan Deras Robohkan Pohon di Depan Kantor Jabar Ekspres, Pengendara SelamatBerusaha Memahami Profesi Orang Lain

Selain itu, tingginya kepadatan penduduk menyebabkan jarak antar rumah sangat rapat sehingga berdampak pada minimnya ventilasi sehat.

Faktor lainnya adalah pola asuh yang belum optimal, rendahnya asupan protein, kurangnya kecukupan gizi, hingga pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) dan ASI eksklusif yang belum maksimal.

Tak hanya itu, pemantauan tumbuh kembang anak juga dinilai belum merata. Ia menekankan pentingnya peran ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin minimal tujuh kali selama masa kehamilan.

“Termasuk pula perilaku keluarga, seperti kebiasaan merokok di dalam rumah, yang turut memengaruhi kondisi kesehatan anak,” tandasnya. (Mong)

0 Komentar