Sanggar Tari Mutiara Cimahi Tak Pernah Absen Berprestasi, Sabet Juara 3 di Tingkat Nasional

Sanggar Tari Mutiara Cimahi Tak Pernah Absen Berprestasi, Sabet Gelar Juara di Piala Pangdam Jaya 2025
Sanggar Tari Mutiara Cimahi saat Menyabet Juara di Ajang Tari Nusantara Piala Pangdam Jaya/Jayakarta 2025 (istimewa)
0 Komentar

Sementara itu, Suci Triani (20), peraih juara tiga kategori Rampak, mengaku persiapan timnya sangat singkat.

“Persiapan dibenerin, teknik, lalu gerakannya juga ada yang dirubah. Kalau persiapannya mah singkat, karena dari empat kali latihan itu pembenahan teknik, hafalan gerak, sama ngepasin sama musik,” jelasnya.

Bahkan, perubahan gerakan masih dilakukan H-1 sebelum tampil.

“H-1 ada gerakan yang kita ubah. Latihannya benar-benar mepet,” ujarnya.

Baca Juga:Dear Bobotoh! Ini Ungkapan Aki-Aki Gede Wadul Soal Masa Depan Dewangga di PersibBencana Datang Lebih Cepat, Jawa Barat Kian Rapuh oleh Kerusakan Alam

Meski kategori Rampak ini diikuti oleh lima orang penari, saat menghadapi peserta dari 15 provinsi, Suci mengaku sempat diliputi rasa gugup.

“Kalau persiapannya sih meyakinkan diri, tapi tetap aja pas di panggung nervous. Karena H-1 itu baru rombak-rombak gerakan. Jadi takut banyak lupanya di panggung,” katanya sambil tersenyum.

“Iya, paling saling support, saling menguatkan. Dan juara tiga bersyukur sih, alhamdulillah,” sambungnya singkat.

Sementara itu, peraih juara tiga kategori tunggal, Fadya Nur Rahma (18), mengungkapkan tantangan terbesarnya adalah penguasaan teknik.

“Tantangan yang pertamanya itu dari ngerti teknik-teknik, karena aku belajarnya belum lama di sini, baru 1 tahun lebih. Jadi aku kurang mengenal teknik-teknik geraknya kayak gimana,” ungkapnya.

“Semua gerak tekniknya itu dibenerin sama Teh Syntya selama tiga kali pertemuan. Dan ini itu lomba nasional untuk pertama kali,” katanya dengan penuh rasa bangga.

Fadya juga mengaku tidak menyangka bisa meraih prestasi di tingkat nasional.

Baca Juga:Tambang Jabar Kian Brutal, Citatah Jadi Korban UtamaDBL Indonesia Buka Donasi ‘Assist for Sumatra’, Target Rp50 Juta dalam Dua Minggu

“Merasa enggak percaya tapi bangga karena bisa ada di posisi itu, terus merasa senang karena bisa ikut melestarikan budaya,” tuturnya.

Dalam setiap pertemuan latihan, Fadya berlatih sekitar dua jam.

“Seminggu sebelum lomba itu latihannya. Bisa tidur sih, paling sambil di rumah, di sekolah juga, kalau jam istirahat atau jam kosong nginget-nginget gerakan,” ucapnya sambil tertawa. (mong)

0 Komentar