Biasanya, jaipongan identik dengan gendang. Namun dalam garapan ini, unsur Karinding dipadukan dengan suara modern.
“Perpaduan juga dengan musik modernnya juga ada,” bebernya.
Dalam ajang tersebut, Sanggar Tari Mutiara Cimahi berhasil meraih juara tiga untuk dua kategori, yakni kategori Rampak dewasa usia 18 tahun ke atas dan kategori tunggal usia 18 tahun ke atas. Selain itu, mereka juga meraih peringkat sembilan untuk kategori tunggal usia 10–14 tahun dan kategori Rampak anak.
“Pokoknya mah Rampak anak aja. Dari 8–10 tahun kayaknya. Jadi 4 kategori, ya kita alhamdulillah dapet rejeki,” kata Syntya sambil tertawa bahagia.
Baca Juga:Dear Bobotoh! Ini Ungkapan Aki-Aki Gede Wadul Soal Masa Depan Dewangga di PersibBencana Datang Lebih Cepat, Jawa Barat Kian Rapuh oleh Kerusakan Alam
Untuk kategori Rampak dewasa yang meraih juara tiga, mereka menampilkan Tari Hanoman Prayuda, sementara untuk kategori tunggal, tarian yang dibawakan adalah jaipong kreasi dengan judul Nyironggeng.
“Disesuaikan juga sih (tarian) dengan kemampuan anak. Dari karakter menarinya juga dilihat. Cocoknya ke tari yang mana, makanya disarankan kita ngambilnya tari itu aja,” jelas Syntya.
Terkait proses seleksi, Syntya menjelaskan bahwa sebelum tampil di grand final tingkat nasional, para peserta harus melalui tahap penyisihan di tingkat provinsi.
“Ya jadi sebelum kita bisa masuk ke grand final itu kita ada seleksi terlebih dahulu, penyisihan antar provinsi. Di Jawa Barat ada penyisihannya, kita ikutan. Alhamdulillah kita masuk juara dan melaju ke grand final,” jelasnya.
Soal persiapan, Syntya mengakui waktu latihan tergolong sangat singkat. Padatnya jadwal kegiatan sanggar membuat persiapan hanya berlangsung sekitar dua minggu.
“Hanya 5–6 kali pertemuan. Karena namanya juga kompetisi harus benar-benar disiapkan dengan matang. Tapi karena waktu yang mepet, kemarin kita hanya ada dua minggu untuk latihan,” terangnya.
Ke depan, Syntya berharap Sanggar Tari Mutiara Cimahi terus berkembang dan mampu mencetak lebih banyak prestasi, dengan manajemen waktu yang lebih baik di tengah padatnya agenda kegiatan sanggar.
Baca Juga:Tambang Jabar Kian Brutal, Citatah Jadi Korban UtamaDBL Indonesia Buka Donasi ‘Assist for Sumatra’, Target Rp50 Juta dalam Dua Minggu
“Kedepannya ya kita akan terus berusaha mencapai puncak. Tentunya dengan latihan yang maksimal dan persiapan yang maksimal juga,” ujarnya optimis.
