Di Kecamatan Baleendah, banjir merendam wilayah Rancamanyar, Cikarees, Mulyasari, Andir, hingga Bojongmalaka.
Sedikitnya 1.006 rumah, 1.054 KK dan 3.084 jiwa terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai 120 cm. Ratusan warga mengungsi ke madrasah, kantor RW, dan masjid.
Wilayah Kecamatan Margahayu dan Margaasih juga dilanda banjir dengan ketinggian air mencapai 100–300 cm, terutama di Desa Sukamenak dan Margahayu Selatan.
Baca Juga:3 Warga Arjasari Kabupaten Bandung Tertimbun Longsor, Pencarian Dilanjutkan Hari Ini!4 Rumah Tertimbun Longsor di Arjasari, 3 Orang Belum Ditemukan
Sementara itu, di Margaasih, banjir di Kampung Cicukang menenggelamkan rumah hingga 200 cm, memaksa puluhan keluarga mengungsi.
Selain banjir, sejumlah longsor dilaporkan terjadi akibat tanah labil dan hujan intensitas tinggi.
Longsor paling parah terjadi di Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari, yang menimbun empat rumah. Tiga warga dinyatakan hilang dan masih belum ditemukan lantaran tertimbun yakni Aisyah (70), Citra (19), dan Alfa (15).
Sementara seorang anak, Ridwan (13), selamat namun mengalami patah tulang dan dilarikan ke rumah sakit. Kondisi tanah yang masih labil membuat pencarian dihentikan sementara dan dilanjutkan keesokan hari.
Di Kecamatan Kutawaringin Desa Sukamulya dan Padasuka, longsor menutup akses jalan dan menimpa sejumlah rumah. Warga bergotong royong membersihkan material longsoran.
Longsor juga terjadi di beberapa titik Kecamatan Kertasari, termasuk di Desa Sukapura, Cihawuk, dan Santosa. Total beberapa rumah rusak dan keluarga mengungsi.
Kemudian, di Kecamatan Pasir Jambu, sedikitnya empat titik longsor menghantam tiga desa: Cukang Genteng, Pasirjambu, dan Cikoneng. Rumah panggung milik warga rusak dan beberapa keluarga mengungsi ke rumah kerabat.
Baca Juga:Alih Fungsi Lahan Diduga Jadi Biang Kerok Banjir Bandang di Cililin, 20 Ton Ikan HanyutBanjir dan Longsor Landa Kabupaten Bandung, Ali Syakieb: Kami Terus Monitoring
Di Desa Kiangroke, Kecamatan Banjaran, hujan deras disertai angin kencang juga menumbangkan pohon besar dan menimpa sebuah rumah konveksi. Tidak ada korban jiwa.
BPBD Kabupaten Bandung memastikan seluruh personel BPBD, TNI, Polri, kecamatan, hingga relawan telah turun ke lokasi terdampak.
Kebutuhan yang paling mendesak di berbagai titik meliputi, terpal, karung, pacul, sekop, maknan siap saji & sembako, Air mineral, Pompa air & perahu serta Peralatan kebersihan
BPBD juga mengimbau warga tetap waspada mengingat debit air Sungai Citarum dapat kembali meningkat akibat suplai air dari wilayah hulu.
