“Kami mau mengambil obat-obatan dan baju tebal,” ucap seorang wanita yang dievakuasi ke sebuah hotel bersama dua orang lansia.
“Kami tidak melihat adanya prospek untuk pulang saat ini,” tambahnya.
Menurut laporan otoritas, sekitar 96 persen korban jiwa berada di gedung yang pertama kali terbakar dan gedung yang berdampingan langsung dengan titik awal api. Tragedi ini menjadi salah satu insiden kebakaran paling mematikan dalam sejarah Hong Kong dan memicu seruan luas untuk memperketat standar keselamatan konstruksi di seluruh wilayah.*
