Dipicu Cuaca Buruk dan Carteran MBG, Harga Kepokmas di Cimahi Naik Tajam Jelang Akhir Tahun 

Dipicu Cuaca Buruk dan \'Carteran\' MBG, Harga Kepokmas di Cimahi Naik Tajam jelang Akhir Tahun 
Sejumlah warga saat membeli kebutuhan pokok di pasar tradisional ditengah kenaikan harga jelang akhir tahun. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

Di sisi pembeli, kekhawatiran atas kenaikan harga pun mulai dirasakan. Masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga.

“Belanja jadi jauh lebih mahal. Kami berharap pemerintah cepat turun tangan,” kata Ningsih (48), warga Kelurahan Citeureup.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Disdagkoperin Kota Cimahi, Indra Bagjana, menyampaikan bahwa secara umum kondisi harga di pasar masih relatif stabil berdasarkan pantauan per Selasa, 02/12/2025. Meski demikian, ia mengakui terdapat sejumlah komoditas yang mulai menunjukkan tren kenaikan.

Baca Juga:Jelang Nataru, Hargai Cabai dan Bawang di Pasar Anyar Bogor Melonjak!Usai Temuan Olahan Mie dan Pangsit Berbahan Kimia, Disperdagin Kota Bogor Perketat Pengawasan Pasar 

“Kenaikan ini terjadi hanya di cabai rawit merah dan cabai rawit hijau, tapi masih tipis-tipis dan belum signifikan,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui telepon.

Menurut Indra, untuk harga beras hingga saat ini masih aman dan stabil tanpa kenaikan yang berarti. Ia menjelaska, untuk kenaikan saat ini terpantau masih cabai rawit saja, sedangkan cabai merah besar malah cenderung turun.

“Untuk tahun baru, kenaikan harga itu pasti ada dan tidak bisa sepenuhnya dikendalikan pemerintah, karena beberapa komoditas mengikuti mekanisme harga pasar,” ungkapnya.

Ia menegaskan, peran pemerintah saat ini lebih kepada melakukan pemantauan langsung ke lapangan agar tidak terjadi kelangkaan.

“Kalau sampai terjadi kelangkaan, itu akan memperparah kenaikan harga. Kalau untuk menurunkan harga pasar secara langsung, itu sebetulnya tidak mungkin karena sudah mekanisme pasar,” jelasnya.

Untuk menjaga stabilitas pasokan, Disdagkoperin Kota Cimahi terus menjalankan sejumlah program, salah satunya Gerakan Pangan Murah SiBesti.

“Program standar kami adalah gerakan pangan murah SiBesti, khususnya untuk supply beras agar ketersediaan di pasaran tetap terjaga. Setiap hari Kamis terakhir di tiap bulan selalu kami lakukan. Untuk bulan November kemarin sudah dilaksanakan, sementara untuk Desember masih dalam tahap perencanaan, apakah tetap beras atau dialihkan ke komoditas lain seperti minyak goreng,” terang Indra.

Baca Juga:Harga Pangan di Bandung Naik,  Program MBG Jadi Pemicu Harga Pangan di Bandung Melonjak, Pedagang Keluhkan Pasokan dan Dampak MBG

Selain itu, pada pertengahan bulan juga akan digelar OPADI atau operasi pasar dengan suplai bersubsidi yang bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Nanti kita bisa menjual komoditas dengan harga murah bersubsidi dari APBD Provinsi Jawa Barat,” katanya.

0 Komentar