Warga Panik Selamatkan Diri! Tembok Jebol di Margaasih Diterjang Luapan Sungai Citarum, Dua Mobil Hanyut 

Warga Panik Selamatkan Diri! Tembok Jebol di Margaasih Diterjang Luapan Sungai Citarum, Dua Mobil Hanyut 
Kondisi Benteng rumah yang roboh akibat arus deras dari anak Sungai Citarum yang meluap pada Senin (1/12) sore di Kampung Cicukang, Desa Mekarrahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung. Foto Agi
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Arus deras dari anak Sungai Citarum yang meluap pada Senin (1/12) sore merobohkan benteng rumah dan bangunan GOR di Kampung Desa Mekarrahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung.

Luapan air yang datang mendadak itu juga menciptakan momen mencekam bagi warga yang berada di dalam rumah ketika tembok jebol secara tiba-tiba dan menyeret dua mobil sekaligus.

Yandi Rustandi (38), saksi mata sekaligus pekerja yang berada di rumah yang diterjang banjir, menceritakan detik-detik saat air besar masuk. Ia mengaku sedang beristirahat ketika hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak pukul 15.00 WIB. Tak lama, ia mendengar suara keras yang tiba-tiba muncul dari arah depan rumah.

Baca Juga:Rakor Pentahelix Penanganan Banjir Dayeuhkolot, Tri Kecewa BBWS Tak HadirSoal Bencana Banjir dan Longsor di Sumatera, Ini Tanggapan Menko Muhaimin!

“Sekitar jam 15.00–15.30. Saya lagi istirahat. Karena hujan jadi istirahat. Tiba-tiba dengar suara bruk. Tengok ke depan, ternyata tembok pagar ini ambruk, jebol, dan air masuk besar,” ujarnya saat ditemui, Selasa (2/12/2025).

Menurut Yandi, tembok yang roboh berada tepat di bagian yang berbatasan langsung dengan aliran sungai. Begitu jebol, tembok lainnya ikut menyusul.

“Yang bagian depan dulu, yang lurus sama sungai. Langsung jebol dan yang lain ngikut. Ambruk sekaligus,” katanya.

Air pun langsung menerjang masuk dengan deras tanpa memberi kesempatan warga menyelamatkan barang-barang. Yandi menuturkan dirinya hanya bisa pasrah dalam hitungan detik pertama.

“Saya cuma berdoa, takut. Enggak bisa apa-apa,” ujarnya.

Di halaman rumah yang diterjang banjir terdapat dua mobil yang sedang terparkir. Begitu tembok jebol, keduanya langsung terseret arus.

“Yang pertama Kijang yang hitam. Terus Avanza yang putih ngikut, itu mobil lagi parkir. Mau nahan juga takut, besar airnya,” katanya.

Saat kejadian, di dalam rumah terdapat lima orang, termasuk pemilik rumah dan seorang pembantu. Kepanikan sempat terjadi ketika air langsung merendam rumah hingga sepaha.

Baca Juga:Forum Mahasiswa dan Pemuda Aceh (FORMAPA) Bandung, menggelar Aksi Galang Dana Untuk Korban Bencana Banjir AcehTim SAR Sumbar Gunakan Lintasan Tali Sepanjang 50 Meter Untuk Mengevakuasi Korban Banjir

“Semua panik. Saya langsung nyelametin si ibu (pemilik rumah). Saya gendong ke loteng, ke lantai dua. Soalnya si ibu sudah tua,” ungkapnya.

“Langsung besar, langsung merendam rumah. Surutnya baru sekitar jam 5 sore,” lanjutnya.

0 Komentar