JABAR EKSPRES – Tim SAR membangun lintasan tali sepanjang sekitar 50 meter untuk mengevakuasi dua korban yang terseret banjir bandang di aliran Sungai Silaing Bawah, Kabupaten Padang Panjang, Sumatera Barat.
Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik, ketika dikonfirmasi dari Jakarta pada Sabtu, menjelaskan bahwa metode penyeberangan menggunakan tali atau tyrolean traverse dipilih karena akses menuju lokasi korban terputus dan kondisi medan tidak memungkinkan tim berjalan atau menyeberang secara langsung.
“Jarak lintasan yang digunakan petugas SAR Padang kurang lebih 50 meter,” katanya.
Baca Juga:Curah Hujan Ekstrem hingga Deforestasi, Ini Penyebab Banjir Besar di SumateraBanjir Besar Melanda Kota Solok: 3.362 Jiwa Terdampak, Status Tanggap Darurat Ditetapkan
Ia menuturkan, banjir bandang yang terjadi beberapa hari lalu melanda pengguna jalan lintas serta permukiman warga di sisi aliran sungai di jalur Padang–Bukittinggi. Dua korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
Namun, menurut laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Basarnas, tim masih belum dapat mengevakuasi kedua jenazah karena masih tertindih material banjir.
“Belum bisa dievakuasi, jenazah masih terjepit material,” ujarnya yang dikutip dari laman Antara.
Meski begitu, operasi pencarian dan penyelamatan tetap berjalan dengan mengutamakan keselamatan anggota SAR. Kondisi arus sungai yang masih deras serta tebing yang dipenuhi lumpur dan bebatuan membuat proses pembersihan material harus dilakukan bertahap sebelum jenazah dapat diangkat.
Selain itu, tim SAR juga terus memantau area sepanjang bantaran sungai untuk memastikan tidak ada korban lain yang belum ditemukan.
“Kami berkoordinasi bersama BPBD, TNI-Polri, dan relawan setempat,” tambahnya.
Ia memastikan bahwa petugas SAR Padang dan tim gabungan lainnya disiagakan di berbagai titik rawan mengingat potensi hujan masih tinggi dan struktur tanah di perbukitan masih labil.
Baca Juga:
Peralatan vertical rescue serta perlengkapan pertolongan di air juga terus dipersiapkan untuk mengantisipasi kemungkinan skenario evakuasi yang lebih sulit.
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa hingga Sabtu pukul 12.00 WIB, Posko Terpadu Penanganan Bencana Provinsi Sumatera Barat mencatat total 88 korban meninggal dunia dan 85 orang masih hilang akibat banjir dan longsor di wilayah tersebut.
