JABAR EKSPRES – Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menanggapi soal kejadian bencana banjir dan longsor di wilayah Sumatera, termasuk kejadian aksi penjarahan yang beredar.
Muhaimin menuturkan, pemerintah tengah berupaya menyalurkan bantuan ke lokasi terdampak. Dengan harapan bisa memasok kebutuhan warga atau korban bencana.
Langkah itu juga bakal menekan aksi penjarahan oleh warga. “Soal bantuan, Pemerintah sedang bekerja terus-menerus untuk (menyalurkan bantuan. Red) sampai ke sasaran. Kalau bantuannya cepat sampai dan bertambah akan tidak ada penjarahan, ” tuturnya saat di SMKN 1 Bandung, Senin (1/12).
Baca Juga:Kenali 14 Zona Megathrust Indonesia untuk Tingkatkan Kesiapsiagaan BencanaGubernur Jateng Kirim Bantuan untuk Korban Bencana ke Sumatera Senilai Rp1,3 Miliar
Pihaknya juga bakal berkoordinasi lintas instansi agar penanganan bencana itu bisa cepat, sehingga kondisi bisa kembali normal.
Dari informasi yang dihimpun, aksi penjarahan minimarket hingga Gudang Bulog terjadi di wilayah bencana tersebut. Diduga aksi terjadi karena terbatasnya pasokan kebutuhan pokok masyarakat.
Di sisi lain, berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Minggu (30/1), tercatat jumlah korban bencana di wilayah Sumatera itu terus bertambah yakni, di Sumatera Utara yang meninggal ada 217 orang, dan sebanyak 209 dinyatakan masih hilang.
“Bertambah karena petugas berhasil menemukan (evakuasi.red) korban-korban tersebut,” kata Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, dalam keterangan yang juga disampaikan secara virtual itu.
Suharyanto melanjutkan, untuk wilayah Aceh tercatat korban meninggal ada 96 orang dan 75 dinyatakan masih hilang. Sementara untuk wilayah Sumatera Barat, tercatat korban meninggal ada 129 orang. Lalu yang dinyatakan hilang masih ada 118 orang. (son)
