Berkat IoT dan Solar Panel, Desa Seuseupan Sukabumi Melangkah jadi Smart Village

Desa Seuseupan Sukabumi Melangkah Jadi “Smart Village” Berkat IoT dan Solar Panel
Desa Seuseupan di Kecamatan Caringin, Sukabumi mulai bergerak menuju konsep smart village setelah program Hibah DPPM 2025 menghadirkan teknologi Internet of Things (IoT) dan solar panel/Foto: dok FMIP Universitas Pakuan
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Upaya transformasi digital mulai mengakar di pedesaan. Desa Seuseupan, Kecamatan Caringin, Sukabumi, kini melangkah menuju konsep smart village setelah mendapatkan dukungan program Hibah DPPM 2025 yang menghadirkan teknologi Internet of Things (IoT) dan solar panel.

Program yang dijalankan tim pengabdi dari Program Studi Ilmu Komputer FMIPA Universitas Pakuan ini dirancang untuk memperkuat swasembada pangan sekaligus menyediakan penerangan ruang publik. Sejak diterapkan, teknologi tersebut terbukti memberikan perubahan nyata bagi masyarakat setempat.

Tim pengabdi yang diketuai Gustian Rama Putra, bersama anggota Agus Ismangil, Cyntia Wulandari, serta mahasiswa Mutiara Shakila dan Fathursyah Awandanu, melaksanakan serangkaian pelatihan dan implementasi teknologi yang mendorong kemandirian desa.

Baca Juga:Pernyataan Igor Tolic Bongkar Situasi Panas di Persib, William Marcilio Resmi Didepak!Persib Hadapi Jadwal 'Neraka' di Desember, Ujian Berat yang Bisa Tentukan Nasib Musim

Salah satu inovasi utama program ini adalah pemasangan solar panel pada smart green house. Energi surya tersebut memastikan sistem budidaya tanaman dan ikan tetap beroperasi secara stabil tanpa ketergantungan pada listrik konvensional.

Energi yang dihasilkan digunakan untuk mengoperasikan sensor IoT, pompa air, aerasi, hingga sistem kontrol otomatis yang menunjang kegiatan pertanian dan perikanan.

“Integrasi ini memberi manfaat langsung bagi kelompok PKK dan petani ikan, yang kini dapat mengelola tanaman hortikultura dan perikanan secara lebih efisien, terukur, dan berkelanjutan,” ujar Anggun, perwakilan PKK Desa Seuseupan, Selasa (2/12).

Solar panel juga memastikan keberlangsungan operasional smart green house sekaligus menekan biaya energi jangka panjang.

“Model ini memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengembangkan pangan mandiri berbasis teknologi ramah lingkungan,” tambahnya.

Kegiatan pengabdian ini melibatkan kepala desa, aparatur desa, PKK, kelompok masyarakat, hingga karang taruna. Partisipasi aktif warga menjadi faktor penting yang mempercepat pemahaman dan adopsi teknologi.

Selain peningkatan produktivitas panen, energi surya kini turut dimanfaatkan untuk penerangan ruang publik, sehingga kualitas lingkungan desa semakin meningkat.

Baca Juga:Drama Usai! Timur Kapadze Tak Latih Timnas IndonesiaManuver Cerdas Persib, Joey Pelupessy di Ambang Jadi Rekrutan Spesial Paruh Musim?

Program ini mendapat dukungan dari Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) DIKTI yang menjadi jembatan dalam penerapan teknologi tepat guna di desa mitra.

Kepala Desa Seuseupan, Ujang Saeful Alam, berharap program tersebut dapat berlanjut tahun depan.

0 Komentar