Kehadiran KMP di desa ini dinilai menciptakan rasa kebersamaan dan mendorong ekonomi lokal, sejalan dengan tujuan utama program nasional Koperasi Merah Putih: memperkuat ekonomi rakyat, meningkatkan pemberdayaan, dan menjaga ketahanan pangan.
Dedi menegaskan bahwa keanggotaan KMP bersifat sukarela dan terbuka, mengedepankan asas gotong royong dan kekeluargaan. Ia berharap koperasi dapat menjadi pilar perekonomian desa serta meningkatkan kemandirian masyarakat.
Untuk permodalan, KMP Desa Cileunyi Wetan tidak bergantung pada Bank Himbara. “Dapat support dari KSP Citra Mandiri Jabar dalam penyertaan modalnya, dan tidak tergantung kepada Bank Himbara,” jelasnya.
Baca Juga:Ogah Imbang, Persib Maunya Menang!Jung Sang Penyelamat! Persib Menang Dramatis 10 Pemain, Dewa United Dipaksa Pulang Tanpa Gol
Menariknya, alih-alih bersaing dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Cileunyi Wetan, pihaknya justru melakukan kolaborasi.
“Kopdes (Koperasi Desa) Merah Putih Cileunyi Wetan sinergi dengan BUMDes. Kerjasamanya dalam penyediaan suplai ke SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) di sekitar Cileunyi Wetan,” ungkapnya.
Saat ini, tercatat 286 warga telah menjadi anggota aktif KMP dengan total simpanan sekitar Rp4 juta. “Total simpanan kurang lebih di kisaran Rp4 jutaan. Untuk sementara kami mengembangkan yang ada dulu,” bebernya.
“Kami juga berkolaborasi dengan beberapa KDMP di Kecamatan Cileunyi dan beberapa KDMP yang ada di kabupaten Bandung, dengan binaan Dinas koperasi dan UMKM,” pungkas Dedi. (Bas)
