JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengklaim kenaikan sejumlah komoditas pangan, seperti cabai, yang terjadi akibat cuaca buruk masih berada dalam batas wajar.
Itu disampaikan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, merespons kabar kenaikan harga cabai yang telah menyentuh Rp55 ribu per kilogram di Pasar Induk Gedebage.
Menurutnya, kenaikan harga cabai terjadi akibat jumlah produksi yang mengalami penurunan imbas hujan berkepanjangan.
Baca Juga:Cabai Turun Drastis, Harga Pangan Bandung Mulai Beranjak StabilSempat Menginjak Rp100 Ribu Per Kilo, Harga Cabai Merah di Pasar Tanjungsari Kembali Turun
“Cabai agak naik karena cuaca buruk, tapi masih dalam range yang dimaklumi. Bawang harga normal, daging harga normal, ayam naik sedikit,” ujar Farhan, (Senin (24/11)
Menurutnya, situasi inflasi masih terjaga dan belum masuk kategori mengkhawatirkan. Meski begitu, Pemkot tetap waspada agar fluktuasi harga tidak berkembang menjadi gangguan ekonomi daerah.
“Diwaspadai karena masih di bawah 3 persen, jadi kita percaya diri tapi tidak mau berlebihan. Itulah kira-kira,” ucapnya.
Farhan memastikan bahwa stok pangan di Kota Bandung tetap aman dan tidak mengalami kendala distribusi meskipun hujan turun hampir setiap hari. Ia menegaskan bahwa musim hujan hanya berdampak pada jumlah produksi, bukan pada ketersediaan komoditas.
“Tidak ada stok yang terganggu, alhamdulillah. Produksinya yang terganggu. Bukan terganggu, produksinya berkurang sedikit,” tuturnya.
Sebagai langkah antisipasi jangka menengah, Pemkot Bandung melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) menggenjot peningkatan produksi cabai di wilayah Buruan Sae dengan membagikan bibit ke para petani dan kelompok urban farming.
“Cabai, makanya DKPP sekarang lagi bagi-bagi bibit cabai. DKPP sedang bagi-bagi bibit cabai ke semua Buruan Sae,” kata Farhan.
Baca Juga:Serapan MBG Tinggi, Masyarakat dan Pedagang Keluhkan Harga Pangan NaikMendag Turun ke Cihapit, Sinkronkan Pengawasan Harga Pangan
Langkah distribusi bibit ini diharapkan mampu menjaga ketahanan pangan serta mendorong ketersediaan cabai dari sektor pertanian lokal agar volatilitas harga dapat ditekan selama musim hujan berlangsung. (Dam)
