Mendag Turun ke Cihapit, Sinkronkan Pengawasan Harga Pangan

Mendag Turun ke Cihapit, Sinkronkan Pengawasan Harga Pangan
Menteri Perdagangan Budi Santoso (tengah) bersama Kepala Badan Pusat Stastistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti (kedua kanan) berbincang dengan warga saat meninjau harga kebutuhan pokok di Pasar Cihapit, Kota Bandung, Kamis (20/11). Kunjungan kerja Menteri Perdagangan ke pasar tradisional di Bandung tersebut untuk memantau stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan pokok. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso dan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan meninjau Pasar Cihapit, Kamis, (20/11). Hal ini bagian dari upaya sinkronisasi pengawasan harga menjelang Natal dan Tahun Baru.

Kunjungan itu menandai penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan stabilitas pasokan pangan di Bandung.

Di Pasar Cihapit, Menteri Perdagangan mendatangi lapak-lapak utama dan berdialog langsung dengan para pedagang. Dia memeriksa harga beras, daging sapi, telur, hingga bumbu dapur.

Baca Juga:Pasar Cibinong Aman, Telur Ayam Negeri Tetap Murah Meski Daerah Lain MahalEfek Digitalisasi Bikin Pasar Tradisional Kian Sepi, Ini Strategi UPTD di Cimahi

“Secara keseluruhan harga bagus,” ujar Budi setelah memerinci beras SPHP yang berada di kisaran Rp62.600, daging sapi Rp130.000-Rp140.000, serta telur ayam di Rp29.000 per kilogram.

Namun Budi mencatat masih adanya fluktuasi pada harga cabai. Dari pemantauan lapangan, cabai dijual antara Rp57.000 hingga Rp80.000 per kilogram.

“Musim hujan membuat produksi petani terganggu sehingga suplai turun. Secara nasional rata-ratanya masih Rp49.000, jadi kenaikan terjadi di beberapa wilayah saja,” ujarnya.

Dia mengatakan pemerintah telah meminta asosiasi petani mempercepat pemulihan pasokan.

Selain itu, peternak telur juga didorong meningkatkan produksi untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi akhir tahun.

“Kalau permintaan naik, produksi juga harus naik,” kata Budi.

Sidak ditutup dengan interaksi spontan ketika Budi memanggil beberapa pedagang untuk memastikan harga langsung dari sumbernya.

Pemerintah menyatakan optimistis, pangan warga Bandung menjelang Natal dan Tahun Baru 2025 akan tetap aman, baik dari sisi harga maupun ketersediaan.

Baca Juga:Inflasi Mengancam, Cimahi Bangun Sentra Cabai untuk Pasar LokalDongkrak Citra Indonesia di Pasar Global, Ekspor Fesyen Tembus Rp108,5 Triliun

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menegaskan bahwa Pemkot akan memperketat pengawasan di pasar-pasar tradisional untuk menjaga kestabilan harga.

“Koordinasi pusat dan daerah penting agar situasi tetap terkendali menjelang Nataru,” pungkasnya.

0 Komentar