Dengan bangga, Budi menyatakan bahwa penyitaan pakaian impor bekas ini merupakan teuan terbesar yang dilakukan Kemendag.
Dengan begitu untuk pemusnahannya Kemendag mengklaim dilakukan dibeberapa lokasi. Namun, Budi tidak menyebutkan lokasi pemusnahannya itu.
Hanya saja, untuk pemusnahan yang dilakukan di PPLI hanya sanggup menghancurkan sebanyak 500 bal pakaian impor bekas.
Baca Juga:Kucuran Penyertaan Modal Rp 52 Miliar BIJB Kertajati jadi Temuan BPK!Cara Mudah Bisa Cair KUR BRI 2025, Ini Dia Syarat dan Skemanya!
Budi beralasan untuk pemusnahan secara keseluruhan akan dilakukan secara bertahap sampai akhir November ini.
“Hari ini dilakukan pemusnahan sebanyak 500 bal pres dan sudah dilakukan 16.591 atau kurang lebih 85,56 persen,’’ klaim Budi.
‘’Pemusnahan ini akan selesai pada akhir November,” tambahnya lagi.
Meski begitu, ia menegaskan, pihaknya akan menindak semua pengusaha yang masih melakukan impor pakaian bekas.
Pihaknya juga akan memberikan sanksi yang terdiri dari dua jenis. Pertama, penutupan kegiatan usaha dan memaksa importir melakukan pemusnahan pakaian impor bekas secara mandiri.
Pihaknya juga sudah mengingatkan kepada para importir bahwa kegiatan mendatangkan pakaian bekas dari luar negari adalah tindakan melanggar hukum.
Impor dari China Dapat Harga Sangat Murah
Sementara itu, media sosial ramai jadi perbincangan nitezen mengenai video pakaian bekas asal Guangzhou China yang akan diekspor ke Indonesia.
Baca Juga:Jejak Kasus PT MUJ, Kerjasama Operasi Migas Pabuaran Subang jadi Ladang Korupsi?4 Terdakwa Kasus Korupsi PT MUJ Mulai Disidang!
Salah satu akun TikTok @/yinnijofq1n (China Foreign Trade Clothing) memperlihatkan karung plastik besar berisi pakaian bekas yangdengan Kota tujuan Bandung, Semarang, Yogyakarta, hingga Palembang, dan Medan.
Perusahaan asal China tersebut juga menyebutkan harga satuan baju bekas yang sangat murah. Yaitu sekita Rp600-Rp700.
Untuk satu balpres pakaian bekas dituliskan harga US$50 atau sekitar Rp 800 ribuan dengan isi sebanyak 2.000 pcs.
Kondisi ini memberikan dampak buruk terhaadap industri tekstil dalam negeri. Sebab pada kenyataannya banyak sekali pabrik tekstil di Jawa Barat mengalami gulung tikar.
Buka Peluang Industri Garmen dan Distro di Bandung
Semenjak maraknya pakaian impor bekas yang membanjiri dalam negeri, Kota Bandung ternyata jadi tempat paling nyaman untuk bisnis pakaian impor bekas atau dikenal dikalangan generasi muda dengan sebutan thrifting.
Banyak dari pelaku usaha distro yang mengaku mengalami penurunan penjualan akibat banjirnya barang-barang thrifting yang dijual dengan harga sangat murah.
