Paparan Radikalisme di Jawa Barat Paling Tinggi, Begini Respon Dedi Mulyadi!

Paparan Radikalisme di Jawa Barat Paling Tinggi, Begini Respon Dedi Mulyadi!
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi saat ditemui di Gedung Sate, Rabu (19/11). (son)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turut merespon terkait data anak di Jawa Barat jadi paling tinggi yang terpapar radikalisme. Menurutnya, peran orang tua dan sekolah dalam mengendalikan akses media sosial perlu ditingkatkan.

Berdasarkan data temuan dari Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mencatat bahwa sepanjang 2025, lebih dari 110 anak terverifikasi terpapar radikalisme melalui internet, termasuk media sosial hingga game online.

Angka tersebut tersebar di seluruh provinsi di Indonesia, sementara yang tertinggi adalah Jakarta dan Jawa Barat.

Baca Juga:Berantas Mafia Kontruksi, Dedi Mulyadi Ingin Libatkan Mahasiswa Teknik Sipil Jadi Pengawas ProyekDedi Mulyadi: Ekonomi Jabar Tembus di Atas Rata-Rata Nasional, Buahnya Baru Terasa 2026

Berkaitan dengan itu, Dedi Mulyadi mengungkapkan, ada sejumlah hal yang menyebabkan tingginya kasus radikalisme di Jawa Barat.

“Jumlah anak muda di Jabar juga paling tinggi di Indonesia,” katanya, Rabu (19/11).

Pria yang akrab disapa KDM itu melanjutkan, angka penggunaan media sosial di Jabar juga tinggi. Hal itu tentunya juga menjadi rawan.

“Hari ini untuk paham kelompok tertentu tak harus kumpul langsung, cukup buka aplikasi, bisa terlihat,” jelasnya.

KDM mencontohkan sebagaimana kasus di SMAN 72 Jakarta, seorang anak bisa membuat peledak secara mandiri.

“Ini kan karena akses terhadap informasi apapun sangat terbuka,” singgungnya.

Karena itulah KDM mengingatkan peran orang tua agar bisa lebih teliti dalam mengawasi anak-anaknya, termasuk peran sekolah. Orang tua perlu mengawasi penggunaan medsos anak.

Baca Juga:Helmy Yahya dan Bossman Tak Lolos Evaluasi OJK jadi Komisaris BJB, Dedi Mulyadi KecewaDedi Mulyadi Yakin Pengangguran Turun Ketika Industri Beroperasi

Sementara di sekolah sudah diupayakan pelarangan walaupun pada prakteknya belum berjalan seratus persen.

“Kami akan upayakan agar program anti radikalisme maupun terorisme untuk bisa ditingkatkan,” tutupnya.(son)

0 Komentar