Berantas Mafia Kontruksi, Dedi Mulyadi Ingin Libatkan Mahasiswa Teknik Sipil Jadi Pengawas Proyek

Berantas Mafia Kontruksi, Dedi Mulyadi Ingin Libatkan Mahasiswa Teknik Sipil Jadi Pengawas Proyek
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi saat ditemui di Gedung Sate, Rabu (19/11). (Son)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Gubernur Jabar Dedi Mulyadi kembali punya gagasan baru, kali ini soal mekanisme pengawasan proyek di Jawa Barat. Pihaknya ingin melibatkan mahasiswa teknik sipil sebagai pengawas.

Hal itu diungkapkan saat di Gedung Sate, Rabu (19/11). Pria yang akrab disapa KDM itu menguraikan, ia beberapa kali meninjau proyek pembangunan infrastruktur yang ada di Jawa Barat.

Dalam kesempatan itu didapati beberapa temuan, salah satunya terkait SDM pengawas proyek.

Baca Juga:Dedi Mulyadi: Ekonomi Jabar Tembus di Atas Rata-Rata Nasional, Buahnya Baru Terasa 2026Helmy Yahya dan Bossman Tak Lolos Evaluasi OJK jadi Komisaris BJB, Dedi Mulyadi Kecewa

“Temuan kami, konsultannya itu gak ngerti. Bisa jadi konsultan itu merekrut orang-orang yang tidak begitu capable dalam melihat progres pembangunan dan rata-rata sudah tua,” katanya.

Karena itulah, pihaknya berencana melibatkan mahasiswa teknik sipil saja sebagai pengawas proyek.

“Saya sudah ngomong dengan kemarin Pak Menteri Pendidikan dan dia menyambutkan baik. Benar juga katanya kalau itu dilaksanakan,” cetusnya.

KDM melanjutkan, mahasiswa teknik sipil itu bisa sekaligus praktek lapangan terkait program tersebut. Mahasiswa terjun langsung mengawasi proyek-proyek di lapangan.

Menurut KDM, program tersebut bakal memiliki beberapa keuntungan. Pertama program terawasi dan positifnya kepada para mahasiswa mereka bisa dapat honor.

“Misalnya honor pengawasannya Rp250 ribu sehari, kan mereka bisa dapat uang saku tambahan untuk kuliah, sehingga beban orang tuanya menjadi ringan,” jelasnya.

Sebagai tindak lanjut program tersebut, KDM juga bakal melakukan MoU teknis dengan beberapa kampus, rencananya dilakukan pekan depan.

Baca Juga:Dedi Mulyadi Yakin Pengangguran Turun Ketika Industri BeroperasiPAPS Timbulkan Kesenjangan Sekolah Negeri dan Swasta, SMA Bina Muda Kena Dampak Negatif Kebijakan Dedi Mulyadi

Masih kata KDM, ia juga menyarankan agar ilmu teknik sipil itu sedikit banyak di aplikasikan di SMK.

“Jadi sekolah kejujuran itu tugasnya bisa mengarah ke hitungan proyek. Misal menghitung luas bangunan sekolah, kebutuhan semennya,” jelasnya. (son)

0 Komentar